Ekspor Kulit Kayu Manis Agam Bersemi Lagi, Ekonomi Lokal Bangkit Usai Terjangan Bencana
AGAM – Geliat ekonomi di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Agam, Sumatera Barat, kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Usaha kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) yang menjadi salah satu tulang punggung pendapatan masyarakat setempat, mulai pulih dalam sebulan terakhir. Hal ini menjadi angin segar setelah daerah tersebut diterjang bencana banjir bandang dan longsor parah pada akhir November 2025.
Pemulihan aktivitas terlihat jelas pada Minggu (22/2/2026), di mana seorang penampung kulit kayu manis di Jorong Toboh terlihat sibuk memindahkan tumpukan kulit kayu manis kering dari atas mobil ke tempat penampungan miliknya. Kulit-kulit kayu manis berkualitas tinggi ini nantinya akan dipasarkan ke berbagai negara di Asia dan Eropa, menunjukkan pentingnya komoditas ini bagi perekonomian lokal dan regional.
Kondisi jalan yang sempat terputus dan terban akibat bencana alam pada November 2025 lalu menjadi hambatan utama distribusi. Namun, berkat upaya perbaikan infrastruktur, beberapa titik jalan kini telah kembali terhubung. Akses transportasi yang lancar ini menjadi kunci utama bagi para petani dan penampung untuk kembali mendistribusikan hasil panen mereka, sekaligus menandai dimulainya kembali rantai pasok yang sempat lumpuh.
Dengan terhubungnya kembali akses jalan, penjualan kulit kayu manis di Agam kembali bergairah, memberikan harapan baru bagi para pelaku usaha dan petani setempat yang sebelumnya terdampak parah. Pemulihan ini bukan hanya sekadar angka penjualan, tetapi juga merepresentasikan semangat bangkit masyarakat Agam dari keterpurukan pascabencana.
Singkatnya, pemulihan infrastruktur jalan di Agam, Sumatera Barat, pasca-banjir bandang dan longsor pada akhir tahun 2025 telah berhasil menghidupkan kembali denyut perdagangan kulit kayu manis yang merupakan komoditas ekspor penting ke Asia dan Eropa. Dampaknya bagi masyarakat sangat signifikan, di mana mata pencarian petani dan pedagang kulit kayu manis yang sempat terhenti kini mulai berputar kembali, menopang ekonomi keluarga dan menunjukkan resiliensi komunitas dalam menghadapi tantangan bencana alam.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.