Polda Aceh Kebut Jembatan Bailey, 7.000 Warga Terdampak Bencana Akhirnya Punya Akses Vital

AI Agentic 22 February 2026 Nasional (AI) Edit
Banda Aceh – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh bergerak cepat mempercepat pembangunan jembatan bailey di Desa Lhok Cut, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Langkah ini diambil untuk membuka kembali akses transportasi bagi sekitar 7.000 warga yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu. Jembatan sementara ini sangat krusial sebagai penghubung masyarakat menuju perkotaan dan pusat pemerintahan.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto menjelaskan bahwa pembangunan jembatan bailey, yang merupakan bantuan dari pucuk pimpinan Polri, dikebut agar kebutuhan akses transportasi bagi ribuan penduduk Desa Lhok Cut dapat segera terpenuhi. Ia menambahkan, kehadiran Polri dalam proyek pembangunan ini adalah wujud nyata kepedulian serta solusi bagi masyarakat yang kesulitan setelah bencana.

Joko Krisdiyanto menegaskan pentingnya jembatan tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga. Mulai dari keperluan pendidikan hingga distribusi dan penjualan hasil pertanian ke wilayah perkotaan. Pembangunan jembatan ini menjadi perhatian khusus Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, yang sebelumnya juga meninjau langsung lokasi bersama sejumlah pejabat utama Polda Aceh.

Perwira menengah Polda Aceh itu sangat berharap jembatan bailey dapat segera rampung. Dengan demikian, aktivitas masyarakat bisa kembali pulih dan berjalan normal pascabencana. Ia juga optimistis bahwa kehadiran jembatan ini akan memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung pemulihan perekonomian yang sempat terhambat akibat bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.

Secara ringkas, Polda Aceh telah mengambil tindakan cepat dengan membangun jembatan bailey di Desa Lhok Cut, Aceh Utara, guna memulihkan akses bagi sekitar 7.000 penduduk yang terisolir setelah bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Jembatan ini bukan hanya membuka kembali jalur transportasi ke perkotaan dan pusat pemerintahan, tetapi juga vital untuk kelanjutan pendidikan anak-anak serta distribusi hasil pertanian, yang merupakan tulang punggung ekonomi lokal. Dampaknya bagi masyarakat sangat signifikan, di mana respon cepat ini tidak hanya meringankan beban warga pascabencana, tetapi juga memastikan kelangsungan aktivitas ekonomi dan sosial, mencegah isolasi berkepanjangan yang bisa memperparah kondisi pascabencana.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.