Denpasar Selatan Lumpuh Diterjang Banjir, Hujan Empat Hari Picu Sungai Meluap
Denpasar - Wilayah Denpasar Selatan, Bali, kini tengah menghadapi musibah banjir yang merendam sejumlah permukiman. Kondisi ini dipicu oleh hujan deras yang tak henti-hentinya mengguyur selama empat hari terakhir, mengakibatkan meluapnya aliran sungai yang melintasi kawasan tersebut.
Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 30 sentimeter, atau setinggi di bawah lutut orang dewasa, dan mulai memasuki rumah serta tempat usaha warga. Seorang warga di Jalan Kerta Dalem, Yuli, menceritakan bahwa air mulai naik pada Selasa dini hari dan langsung masuk ke dalam salon sekaligus tempat tinggalnya. Ia menggambarkan situasi pagi itu dengan mengatakan, "Air naik kira-kira sampai ketinggian 30 cm, di bawah lutut."
Beberapa kawasan perumahan lainnya, seperti di Jalan Kerta Dalem Sari 1B, juga mengalami nasib serupa. Pada pukul 10.00 WITA, genangan air dengan ketinggian yang sama masih terlihat di area tersebut.
Fenomena luapan air ini disebut berasal dari volume air sungai yang membelah Desa Sidakarya, yang diperkirakan merupakan bagian hilir dari Tukad Badung. Selain intensitas hujan, tumpukan sampah plastik yang menyangkut di jembatan kecil penghubung permukiman dengan Jalan Kerta Dalem juga disinyalir memperparah kondisi. Sampah-sampah ini menjadi penghalang aliran air dan menyebabkan genangan semakin meluas.
Warga lainnya, Nasya, pemilik warung makan di Jalan Sidakarya, Denpasar, turut sibuk menguras air yang masuk ke dalam warung dan rumahnya. Ia mengaku ini adalah kali pertama tempat usahanya terendam banjir. "Baru kali ini air masuk, biasanya di Kerta Dalem air masuk ke rumah kalau hujan," kata Nasya. Meskipun demikian, ia tetap bertekad untuk membuka warungnya agar roda ekonomi tetap berputar di tengah kepungan air.
Semangat gotong royong juga terlihat di kalangan warga. Mereka bahu-membahu membersihkan gorong-gorong yang tersumbat sampah, berharap dapat memperlancar surutnya genangan air.
Dampak banjir tidak hanya terbatas pada permukiman. Area persawahan di sekitar Kerta Dalem juga tergenang air, mengancam hasil pertanian. Sejumlah pedagang di dekat Pasar Sidakarya juga turut merasakan imbas dari genangan ini.
Selain kawasan yang telah disebutkan, beberapa titik lain di Denpasar juga dilaporkan terdampak banjir, meliputi Pemogan, Panjer, Sesetan, dan Bumi Ayu Sanur.
Merespons kondisi ini, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini. Peringatan dengan level waspada hingga awas tersebut memprediksi adanya potensi hujan sedang hingga ekstrem serta angin kencang di Bali pada periode 24-26 Februari 2026.
Peristiwa banjir di Denpasar Selatan ini menyoroti kerentanan wilayah perkotaan terhadap cuaca ekstrem dan masalah pengelolaan lingkungan. Empat hari hujan deras memicu meluapnya sungai dan masuknya air ke permukiman serta tempat usaha, menyebabkan kerugian materiil dan mengganggu aktivitas ekonomi warga. Selain faktor alam, tumpukan sampah yang menyumbat saluran air memperburuk situasi, menunjukkan pentingnya kesadaran akan kebersihan lingkungan dan infrastruktur drainase yang memadai. Peringatan dini dari BBMKG menegaskan bahwa ancaman cuaca ekstrem semakin nyata, menuntut kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam mitigasi bencana untuk meminimalkan dampak buruk di masa mendatang.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.