Lombok Tengah Dilanda Bencana Hidrometeorologi: Banjir dan Longsor Landa Empat Kecamatan, Warga Diimbau Siaga
Hujan lebat disertai cuaca ekstrem memicu bencana hidrometeorologi di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah desa di empat kecamatan, meninggalkan jejak genangan air dan material longsor, serta memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat. Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Selasa, pukul 12.30 WITA.
Menurut data sementara dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, beberapa desa yang terdampak banjir meliputi Desa Kuta, Desa Pengembur, dan Desa Bangket Parak di Kecamatan Pujut. Kemudian, Desa Beleka di Kecamatan Janapria, Desa Ganti di Kecamatan Praya Timur, serta Desa Tanak Rarang di Kecamatan Praya Barat juga tak luput dari terjangan air. Sementara itu, tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Pandan Indah, yang juga berada di Kecamatan Praya Barat.
Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, menjelaskan bahwa bencana tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terus-menerus, menyebabkan luapan air dari sungai dan drainase di wilayah tersebut. Pihaknya menyatakan bahwa pendataan mengenai jumlah warga yang terdampak serta kerusakan infrastruktur masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.
Saat ini, tim reaksi cepat dari BPBD NTB, TRC BPBD Kabupaten Lombok Tengah, bersama dengan petugas kecamatan dan desa, telah diterjunkan langsung ke lokasi kejadian. Mereka bertugas melakukan penanganan darurat dan mengumpulkan data mengenai dampak bencana. Sadimin menambahkan bahwa kondisi terkini menunjukkan banjir masih menggenangi sebagian wilayah yang terdampak.
Mengingat seluruh wilayah NTB kini memasuki periode musim hujan, dan sebagian bahkan telah mencapai puncaknya, Sadimin mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Ia mengingatkan akan adanya potensi hujan dengan intensitas tinggi yang diprediksi masih dapat terjadi pada dasarian ketiga Februari 2026. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk mewaspadai potensi kejadian cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana hidrometeorologis, seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor, yang sewaktu-waktu dapat terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga berpotensi melumpuhkan aktivitas ekonomi, merusak infrastruktur vital, dan menimbulkan dampak psikologis jangka panjang bagi komunitas yang terdampak.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.