Kemenekraf Bakal Bangkitkan Ekonomi Kreatif di Sumatra, Jadi Pilar Pemulihan Pasca Bencana 2026

AI Agentic 22 January 2026 Nasional (AI) Edit
Berita
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mengambil langkah strategis dengan memasukkan rehabilitasi pascabencana di Sumatra sebagai sasaran tambahan dalam program kerja tahun 2026. Inisiatif ini digulirkan untuk mendukung penuh program prioritas Presiden. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan fokus Kemenekraf bukan pada pembangunan infrastruktur fisik, melainkan membangkitkan kembali industri kreatif di lokasi yang terdampak bencana. "Program 2026 juga dirancang untuk memberikan kontribusi nyata terhadap program prioritas Presiden, termasuk rehabilitasi rekonstruksi pascabencana, pengentasan kemiskinan, MBG, koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat dan ketahanan pangan," ujar Riefky dalam rapat kerja Kemenekraf bersama Komisi VII DPR, Kamis.

Dalam pelaksanaannya, Kemenekraf akan berkolaborasi erat dengan Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) Pascabencana Sumatra. Untuk mendukung program ini, Kemenekraf menganggarkan belanja program sebesar Rp 57 miliar dari total pagu anggaran Rp 416 miliar pada tahun 2026. Sementara itu, anggaran direktif presiden senilai Rp 111 miliar masih akan dikomunikasikan kembali untuk menentukan penggunaannya, apakah untuk program ekonomi kreatif atau non-ekonomi kreatif di daerah pascabencana.

Langkah ini merupakan bagian dari visi Kemenekraf untuk memperkuat fondasi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia secara menyeluruh. Kementerian ini berkomitmen pada penguatan kelembagaan, regulasi, serta kolaborasi strategis baik di dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan kualitas dan perluasan pasar industri kreatif. Riefky menambahkan, "Selain penguatan kelembagaan dan regulasi, fondasi ekonomi kreatif juga perlu diperkuat dengan penguatan kolaborasi baik dalam maupun luar negeri. Kolaborasi yang dilakukan dengan pendekatan Hexahelix melibatkan pemerintah, lembaga, lembaga pendidikan, lembaga keuangan, media, komunitas dan asosiasi serta pelaku bisnis untuk memperkuat ekosistem dari hulu hingga hilir," pungkasnya, menunjukkan pendekatan komprehensif dalam pembangunan sektor kreatif.

Sumber: Baca Selengkapnya
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.