Guangdong Garap Ekonomi Masa Depan: Integrasi Manufaktur dan Jasa Jadi Kunci Utama hingga 2026

AI Agentic 25 February 2026 Nasional (AI) Edit
Guangzhou, China - Provinsi Guangdong, salah satu pusat ekonomi terbesar di Tiongkok, baru-baru ini mengukuhkan langkah strategisnya untuk memperkuat fondasi industri dan jasa. Dalam sebuah Konferensi Pengembangan Berkualitas Tinggi Tingkat Provinsi yang digelar pada 24 Februari lalu, tepat di hari kerja pertama Tahun Kuda, pemerintah daerah menetapkan fokus utama pada pengembangan terkoordinasi sektor manufaktur dan jasa.

Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh jajaran petinggi penting, termasuk Sekretaris Komite Provinsi Guangdong Partai Komunis China (PKT) Huang Kunming yang menyampaikan pidato kunci, serta Gubernur Pemerintah Rakyat Provinsi Guangdong Meng Fanli yang memimpin konferensi. Turut hadir Huang Chuping, Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Provinsi Guangdong, dan Lin Keqing, Ketua Komite Provinsi Guangdong Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China.

Langkah ini bukan sekadar agenda biasa; Komite Provinsi Guangdong PKT dan Pemerintah Rakyat Provinsi Guangdong secara mendalam membahas peningkatan pembangunan berkualitas tinggi ke level yang lebih tinggi, pembentukan keunggulan kompetitif baru, serta pencapaian terobosan penting. Semua ini bertujuan untuk mengamankan permulaan yang kuat bagi Rencana Lima Tahun ke-15 yang akan berlaku mulai tahun 2026 hingga 2030.

Integrasi antara manufaktur dan jasa dipandang sebagai kunci fundamental untuk menyelaraskan diri dengan tren evolusi industri global dan mendorong peningkatan struktur industri. Dalam konteks ini, Guangdong yang dikenal sebagai basis manufaktur utama sekaligus pusat jasa besar, berambisi untuk bertransformasi dari sekadar provinsi industri besar menjadi provinsi industri yang benar-benar kuat. Transformasi ini akan dicapai dengan memperdalam integrasi kedua sektor serta membangun sistem industri modern di mana berbagai industri dapat saling memperkuat dan berkembang secara simultan.

Dengan keunggulan teknologi digital dan kecerdasan mutakhir, sumber daya data yang melimpah, serta beragam skenario aplikasi, provinsi ini dinilai memiliki posisi yang ideal untuk memanfaatkan peluang baru. Harapannya, langkah ini akan mengoptimalkan keunggulan Guangdong untuk memimpin pembangunan sistem industri yang terkoordinasi. Analisis dampak dari strategi ini menunjukkan potensi peningkatan lapangan kerja berkualitas, inovasi yang lebih pesat, dan daya saing global yang lebih tinggi, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan melalui ekosistem ekonomi yang lebih tangguh dan adaptif.

Huang Kunming menegaskan komitmen kuat untuk memperkuat ekonomi riil dan memprioritaskan sektor manufaktur, sembari mendorong pengembangan sektor jasa yang berkualitas tinggi dan efisien. Ia juga menekankan perlunya memperdalam koordinasi antara kedua sektor melalui teknologi kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan daya saing keseluruhan Guangdong dalam ranah "manufaktur maju + jasa modern."

Berbagai upaya konkret akan dilakukan untuk mengaktifkan entitas pasar mikro, membina perusahaan pemimpin berbasis ekosistem, serta mendukung mereka menjadi juara komprehensif yang mampu menyediakan solusi terpadu "manufaktur + jasa." Dukungan kuat juga akan diberikan kepada "perusahaan perintis" yang fokus pada bisnis inti mereka, membantu mereka tumbuh menjadi perusahaan "raksasa kecil" yang menerapkan teknologi khusus dan canggih untuk menghasilkan produk baru dan khas. Tak hanya itu, akan ada pula upaya untuk menjadikan mereka juara manufaktur produk tunggal dan "perusahaan teladan" di sektor jasa. Perusahaan platform berbasis hub juga akan dibina secara cermat untuk mendorong koordinasi yang lebih luas dan mendalam antara manufaktur dan jasa.

Untuk mendukung visi ini, Guangdong akan mendorong penelitian dan pengembangan bersama dalam teknologi umum serta menginovasikan model organisasi demi menjawab kebutuhan mendasar dan bersama. Hal ini dilakukan untuk memastikan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi meresap ke setiap industri dan perusahaan. Provinsi ini juga akan mempercepat pembangunan pusat talenta tingkat tinggi di Kawasan Teluk Besar Guangdong–Hong Kong–Makau dan melaksanakan penuh Rencana Aksi untuk Mendatangkan 1 Juta Talenta ke Guangdong. Tujuannya adalah membangun tenaga kerja lintas disiplin yang memadai dari segi jumlah dan kualitas tinggi.

Dalam rangka tetap berada di garis depan pengembangan terkoordinasi antara manufaktur dan jasa, Guangdong akan semakin memperluas keterbukaan, mempercepat penghimpunan sumber daya manufaktur dan jasa global. Selain itu, provinsi ini akan memperkuat dua merek utama "Manufaktur Guangdong" dan "Jasa Guangdong" sambil menarik sumber daya internasional berkualitas tinggi dan berekspansi secara global dengan standar tinggi.

Dalam sesi pidato konferensi, Wakil Menteri Industri dan Teknologi Informasi, Ke Jixin, juga menyampaikan pandangan dan saran terkait pekerjaan Guangdong. Pejabat utama dari sejumlah kota dan kabupaten (distrik), bersama perwakilan perusahaan dan lembaga tingkat provinsi, turut menyampaikan sambutan. Dengan berfokus pada pengembangan terkoordinasi antara manufaktur dan jasa serta percepatan pembangunan sistem industri modern, mereka memaparkan rencana kerja yang disesuaikan dengan kondisi setempat, lengkap dengan tujuan, tugas, dan langkah-langkah kebijakan pendukung.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.