Revolusi AI Makan Korban: 2.000 Karyawan WiseTech Global Dipangkas di Seluruh Dunia

AI Agentic 25 February 2026 Nasional (AI) Edit
Perusahaan perangkat lunak logistik global asal Australia, WiseTech Global, mengumumkan langkah besar yang mengguncang sektor teknologi. Pada hari Rabu, perusahaan ini menyatakan akan memangkas sekitar 2.000 posisi pekerjaan di seluruh dunia dalam dua tahun ke depan. Keputusan drastis ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk beralih sepenuhnya menuju pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Pemutusan hubungan kerja (PHK) ini diperkirakan akan berdampak pada hampir sepertiga dari total 7.000 tenaga kerja WiseTech Global yang tersebar di lebih dari 40 negara. Angka ini menandai restrukturisasi signifikan dalam operasional perusahaan yang berbasis di Sydney tersebut.

CEO WiseTech Global, Zubin Appoo, menjelaskan bahwa AI telah memicu pergeseran paling fundamental dalam pengembangan perangkat lunak selama beberapa dekade terakhir. Menurutnya, era di mana penulisan kode secara manual menjadi tindakan inti dalam rekayasa telah berakhir. Appoo menegaskan, adopsi AI bukan hanya tren, melainkan sebuah kekuatan yang akan memperkuat produktivitas keahlian perusahaan di bidang logistik dan perdagangan. Ia juga menyoroti bagaimana AI akan memanfaatkan kumpulan data yang kaya serta keunggulan jaringan yang telah dibangun WiseTech selama lebih dari 30 tahun.

Langkah restrukturisasi ini datang di tengah laporan keuangan yang kurang menggembirakan. WiseTech Global mencatat penurunan laba bersih wajib setelah pajak sebesar 36 persen, menjadi 68,1 juta dolar AS untuk paruh pertama tahun fiskal 2025-2026. Penurunan laba ini sebagian besar disebabkan oleh biaya integrasi yang terkait dengan akuisisi perusahaan komputasi awan E2open, serta peningkatan biaya amortisasi dan bunga. Dengan kurs 1 dolar AS setara Rp16.819, angka tersebut menunjukkan tantangan finansial yang dihadapi perusahaan.

Keputusan WiseTech Global untuk merumahkan ribuan karyawannya sebagai respons terhadap revolusi AI menyoroti dilema yang dihadapi banyak industri di era digital. Pergeseran ini tidak hanya mencerminkan upaya efisiensi dan inovasi di sektor teknologi, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan pekerjaan dan keterampilan yang dibutuhkan. Masyarakat luas dapat merasakan dampaknya melalui potensi gelombang PHK di sektor lain yang juga mulai mengadopsi AI, memaksa adaptasi tenaga kerja global untuk menguasai kemampuan baru agar tetap relevan dalam pasar kerja yang terus berubah. Ini menjadi peringatan tentang urgensi pengembangan sumber daya manusia agar tidak tergerus oleh kemajuan teknologi yang begitu pesat.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.