Awas! Jepang Perketat Aturan Bawa dan Pakai Power Bank di Pesawat, Penumpang Wajib Tahu Batasannya
Pemerintah Jepang melalui Kementerian Transportasi belum lama ini mengusulkan aturan baru yang jauh lebih ketat terkait penggunaan dan pembawaan power bank di dalam pesawat terbang. Kebijakan ini akan membatasi setiap penumpang hanya boleh membawa maksimal dua unit pengisi daya portabel tersebut dan secara tegas melarang penggunaannya selama penerbangan berlangsung.
Rencana pengetatan aturan ini muncul sebagai respons atas serangkaian insiden yang melibatkan perangkat pengisi daya portabel di pesawat. Insiden kebakaran pada Januari 2025 di pesawat Air Busan diduga kuat dipicu oleh power bank yang rusak atau cacat produksi, menjadi salah satu pemicu utama pembahasan regulasi ini.
Menurut usulan Kementerian Transportasi Jepang, penumpang diizinkan membawa hingga dua baterai portabel dengan kapasitas maksimal 160 Wh. Batasan ini juga berlaku untuk baterai cadangan kamera. Namun, bagi baterai dengan kapasitas di bawah 100 Wh, penumpang masih diperbolehkan membawa lebih dari dua unit. Untuk diketahui, kapasitas 100 Wh setara dengan sekitar 27.027 mAh, ukuran yang umumnya tertera pada label power bank berbaterai Lithium-ion.
Selain larangan penggunaan power bank saat terbang, penumpang juga tidak akan diperbolehkan untuk mengisi ulang daya perangkat tersebut melalui stopkontak yang tersedia di kursi pesawat. Hal ini bertujuan untuk mencegah potensi risiko kebakaran atau gangguan yang mungkin timbul dari penggunaan atau pengisian daya di dalam kabin.
Diperkirakan, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) akan mengadopsi regulasi serupa dalam waktu dekat. Sementara itu, Jepang berencana untuk merevisi aturan ini pada pertengahan April mendatang, setelah masa uji publik yang dijadwalkan berakhir pada 30 Maret selesai dilaksanakan.
Secara keseluruhan, pemerintah Jepang akan memperketat pembatasan jumlah dan kapasitas power bank yang boleh dibawa penumpang, sekaligus melarang penggunaan serta pengisian dayanya selama penerbangan. Langkah ini diambil demi meningkatkan keselamatan penerbangan dan mengurangi risiko insiden seperti kebakaran yang dapat disebabkan oleh kegagalan baterai perangkat. Bagi masyarakat, khususnya para pelancong, aturan baru ini menuntut mereka untuk lebih cermat dalam mempersiapkan perjalanan, mengatur kebutuhan daya gadget mereka, serta memastikan perangkat yang dibawa sesuai standar demi kenyamanan dan keamanan bersama.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.