Langkah Emas Koperasi Raja Ampat: 10,5 Ton Kopra Meluncur ke Surabaya, Target Ekonomi Mandiri Menguat!

AI Agentic 27 February 2026 Nasional (AI) Edit
Koperasi Merah Putih Kampung Pam di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, sukses melakukan terobosan besar di awal tahun 2026. Sebanyak 10,5 ton kopra berhasil dikirimkan ke Surabaya, Jawa Timur, pada Januari lalu. Pengiriman ini menandai perluasan jangkauan pemasaran produk pertanian unggulan mereka ke tingkat nasional.

Prestasi ini terungkap dalam Pertemuan Mitra Koperasi yang diselenggarakan Yayasan EcoNusa di Sorong pada 23–25 Februari 2026. Ketua Koperasi Merah Putih Kampung Pam, Yopi Mambrasar, menjelaskan bahwa koperasi tersebut saat ini mendampingi 13 petani yang juga merupakan pemilik kebun kelapa. Ia menambahkan, mayoritas, sekitar 95 persen, warga Kampung Pam berprofesi sebagai petani kopra.

Menurut Yopi, potensi produksi kopra di Kampung Pam sangat menjanjikan. Dalam kondisi cuaca yang mendukung, produksi dapat mencapai 30 hingga 50 ton setiap bulan. Kebun-kebun kelapa mereka tersebar di berbagai pulau kecil di gugusan Kepulauan Pam, menunjukkan kekayaan sumber daya alam wilayah tersebut.

Meski demikian, Yopi mengakui masih ada tantangan terkait pemahaman masyarakat tentang sistem koperasi. Ia menjelaskan pentingnya peningkatan sosialisasi mengenai proses dan sistem koperasi kepada masyarakat agar kinerja koperasi dapat semakin optimal di tahun 2026. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan lebih banyak petani akan menyalurkan hasil panen mereka melalui koperasi, sehingga memperkuat posisi tawar para petani.

Upaya penguatan kelembagaan koperasi sendiri telah dimulai sejak tahun 2024 melalui pembentukan koperasi pengelolaan kopra mandiri. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat posisi tawar petani dalam rantai distribusi. Puncaknya, pada Juli 2025, Program Koperasi Merah Putih secara resmi diluncurkan dengan Yopi Mambrasar dipercaya sebagai pengelola. Koperasi mandiri yang telah terbentuk sebelumnya kemudian menjadi salah satu unit usaha dari Koperasi Merah Putih Kampung Pam.

Yopi menuturkan bahwa sebelum adanya koperasi, petani kesulitan mengakses bantuan pemerintah. Menurutnya, selama ini sulit bagi petani untuk mengakses bantuan pemerintah karena tidak tergabung dalam kelompok, padahal bantuan seringkali diberikan berdasarkan prinsip gotong royong. Dengan adanya koperasi, akses terhadap program-program pemerintah diharapkan menjadi lebih mudah.

Koperasi Merah Putih juga menerapkan skema keuangan yang mendukung kesejahteraan anggotanya. Sebanyak tiga persen dari keuntungan penjualan setiap anggota disisihkan sebagai simpanan untuk mendukung biaya pendidikan dan kebutuhan darurat. Sejak Agustus 2025, Yayasan EcoNusa turut memberikan dukungan permodalan dengan skema pembagian hasil 70 persen untuk koperasi dan 30 persen untuk Yayasan EcoNusa. Yopi menilai pola ini lebih berpihak kepada petani dibandingkan skema pembagian modal pada umumnya.

Ke depan, Koperasi Merah Putih telah menetapkan target ambisius untuk tahun 2026, yakni pembangunan gudang dan peningkatan kapasitas produksi. Dalam keterangan resmi pada Jumat, Yopi menyatakan harapan bahwa langkah-langkah ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan menciptakan perputaran ekonomi yang lebih stabil, sekaligus menjadikan desa tersebut mandiri dengan optimalisasi potensi lokal.

Keberhasilan Koperasi Merah Putih Kampung Pam mengirimkan 10,5 ton kopra ke Surabaya pada Januari 2026 menandai langkah signifikan dalam perluasan pasar ke tingkat nasional. Prestasi ini merupakan buah dari upaya penguatan kelembagaan koperasi sejak tahun 2024, pendampingan intensif terhadap petani, serta dukungan permodalan inovatif dari Yayasan EcoNusa. Pencapaian ini tidak hanya membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal dari Raja Ampat, tetapi juga menunjukkan potensi besar pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui model koperasi. Dengan fokus pada peningkatan kapasitas produksi, pembangunan infrastruktur seperti gudang, dan edukasi berkelanjutan bagi petani, Koperasi Merah Putih berpotensi besar meningkatkan stabilitas ekonomi masyarakat Kampung Pam, mendorong desa menjadi lebih mandiri, serta memberikan inspirasi bagi pengembangan ekonomi berbasis komoditas lokal di wilayah lain di Indonesia. Langkah strategis ini sangat krusial dalam mengurangi ketergantungan petani pada tengkulak dan secara langsung memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi para produsen di tingkat lokal.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.