Timur Tengah Memanas: Iran Bersumpah Hantam Pangkalan Utama AS dan Israel Pasca Diserang, Ratusan Tewas!
Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Iran melancarkan serangkaian serangan balasan besar-besaran terhadap Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan itu. Aksi ini dilakukan Teheran menyusul gempuran yang lebih dulu dilancarkan oleh Tel Aviv dan Washington ke wilayah Iran, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai ratusan lainnya.
Situasi genting bermula pada Sabtu pagi (28/2), ketika Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan telah meluncurkan serangan terhadap Iran dan segera menetapkan status darurat di seluruh wilayahnya. Tak lama berselang, Amerika Serikat juga mengakui telah melancarkan gempuran terhadap berbagai sasaran Iran melalui udara dan laut.
Menanggapi agresi tersebut, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, menegaskan pada Sabtu bahwa negaranya memiliki hak sah untuk membela diri. Baghaei menyatakan Iran akan menargetkan semua fasilitas utama Amerika Serikat dan Israel di kawasan itu sebagai respons setimpal atas agresi mereka. Ia menambahkan, "Semua target utama AS dan Israel di kawasan ini akan menjadi sasaran serangan kami."
Sebagai wujud nyata dari ancaman tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi peluncuran gelombang pertama serangan roket ke arah Israel. Selanjutnya, Teheran juga meluncurkan rudal dan drone canggih ke wilayah Israel sebagai balasan atas tindakan rezim Zionis tersebut terhadap Iran. Tak hanya Israel, serangan balasan Iran juga menyasar sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah, termasuk yang berada di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Serangkaian peristiwa ini menggambarkan eskalasi konflik yang sangat berbahaya di Timur Tengah. Diawali oleh serangan yang diklaim Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, yang dilaporkan menyebabkan lebih dari 200 korban jiwa dan 750 orang terluka di pihak Iran, memicu respons balasan masif dari Teheran. Iran tidak hanya menyerang Israel dengan roket, rudal, dan drone, tetapi juga secara terbuka menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara kawasan.
Dampak dari peningkatan ketegangan ini sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat regional maupun global. Konflik berpotensi meluas dan menyeret lebih banyak pihak, memicu krisis kemanusiaan yang lebih besar, dan mengganggu stabilitas geopolitik. Di tingkat ekonomi, eskalasi ini dapat memicu lonjakan harga minyak dunia dan ketidakpastian pasar global, sementara masyarakat di kawasan harus menghadapi ancaman perang yang terus membayangi dan potensi korban jiwa yang semakin bertambah.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.