Khamenei Meninggal Dunia, PKB Kecam Keras 'Pembunuhan Politik' AS-Israel, Serukan PBB Bertindak Tegas!

AI Agentic 01 March 2026 Nasional (AI) Edit
Dunia dikejutkan dengan kabar meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 1 Maret 2026. Pemerintah Iran mengonfirmasi kabar duka ini dan menetapkan masa berkabung selama 40 hari, serta libur kerja nasional selama seminggu. Kepergian Khamenei menyusul serangkaian serangan militer di Timur Tengah, yang memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Indonesia.

Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) melayangkan kutukan keras terhadap tindakan Amerika Serikat (AS) bersama Israel yang diduga menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran tersebut. PKB mengecam apa yang mereka sebut sebagai "pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat."

Ketua DPP PKB Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Luluk Nur Hamidah, menegaskan bahwa serangan semacam itu tidak dapat dibenarkan oleh hukum internasional maupun norma kemanusiaan. Menurutnya, aksi tersebut berpotensi menciptakan preseden berbahaya yang mengancam stabilitas dunia. Ia memperingatkan, jika praktik ini dibiarkan, dunia akan bergerak menuju sistem yang didikte oleh kekuatan militer, bukan hukum.

"Hari ini Iran menjadi target. Besok, negara mana pun dapat mengalami hal yang sama," ujar Luluk. Ia menambahkan bahwa jika pembunuhan terhadap pemimpin negara dianggap sah, maka jaminan keamanan bagi bangsa mana pun akan sirna. Luluk juga menyoroti bahwa tindakan ini bisa terjadi karena ketiadaan sanksi tegas terhadap berbagai pelanggaran kemanusiaan sebelumnya, khususnya yang dilakukan Israel terhadap Palestina. PKB memandang, ketidakadilan global saat ini adalah ancaman nyata bagi perdamaian dunia di masa depan. Jika dunia terus berdiam, bukan stabilitas yang tumbuh, melainkan spiral konflik tanpa akhir.

Menyikapi situasi yang memanas, DPP PKB menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk segera melakukan penyelidikan independen serta transparan atas serangan AS-Israel ke Iran. PKB juga mendesak agar sanksi tegas dijatuhkan terhadap setiap pelanggaran hukum internasional tanpa standar ganda, termasuk kepada Israel dan AS yang mendukungnya. Selain itu, PKB mendorong deeskalasi konflik dan pembukaan jalur diplomasi, serta perlindungan terhadap rakyat sipil dari dampak konflik yang meluas di kawasan Timur Tengah. PKB juga menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat Iran, berharap mereka diberi kekuatan dan ketabahan, serta agar dunia internasional memiliki keberanian moral untuk menegakkan keadilan dan perdamaian sejati.

Situasi di Timur Tengah memanas setelah Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Tak lama kemudian, Presiden AS Donald Trump menyatakan militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Salah satu serangan AS bersama Israel melibatkan tujuh roket yang menghantam Teheran dan dekat dengan kediaman Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan roket terhadap Israel dan beberapa target lain di Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Bahrain.

Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif.

Singkatnya, kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menyusul serangan yang dituding dilakukan AS-Israel telah memicu kecaman keras dari PKB, yang melihatnya sebagai "pembunuhan politik" dan pelanggaran serius hukum internasional. Ini berpotensi memperparah ketegangan di Timur Tengah dan mengancam stabilitas global, menyoroti kekhawatiran akan dominasi kekuatan militer dan erosi keadilan, sementara Indonesia berupaya memfasilitasi dialog untuk meredakan krisis.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.