Aceh Selatan Geger: Program Gizi Gratis Diduga Sebabkan Puluhan Pelajar Keracunan Massal, Dinkes Tetapkan Status KLB
Puluhan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah diduga mengalami keracunan massal. Insiden ini terjadi usai mereka menyantap hidangan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan pada Jumat sore (27/2).
Kepala Puskesmas Ujung Padang Rasian, Mariamah, menyatakan pihaknya bergerak cepat dengan memaksimalkan penanganan korban. Tim medis diperkuat dengan penambahan tenaga kesehatan, bahkan mendatangkan dokter spesialis gizi dari Rumah Sakit Umum Daerah Yuliddin Away Tapaktuan untuk mempercepat perawatan.
Kronologi kejadian bermula pada Jumat sore (27/2), ketika 18 anak sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA di Kecamatan Pasie Raja mengalami gejala sakit. Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 13 orang harus menjalani rawat inap, sementara sisanya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan. Namun, situasi memburuk pada Sabtu (28/2) saat dua korban tambahan datang ke Puskesmas. Keduanya juga mengalami sakit perut setelah mengonsumsi makanan program MBG pada Jumat malam.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Selatan merespons serius kejadian ini dengan mengategorikannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Faizah Abbas, menegaskan bahwa ini adalah kasus dugaan keracunan MBG pertama di wilayah tersebut yang mencapai status KLB.
Faizah menjelaskan, 18 anak yang mendapatkan perawatan awal menunjukkan gejala mual, muntah, dan sakit perut yang muncul tidak lama setelah mengonsumsi menu berupa mi, bakso, dan es kacang. Secara medis, belasan pelajar tersebut didiagnosis mengalami obs vomitur atau muntah hebat, serta urtikaria, yakni reaksi alergi berupa bentol kemerahan dan gatal-gatal. Kombinasi gejala ini kuat mengarah pada dugaan keracunan makanan atau reaksi alergi akut.
Program MBG yang dikonsumsi para pelajar ini berasal dari Yayasan Ruang Kito Basamo, yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gampong Ujung Padang Asahan, Kecamatan Pasie Raja. Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan juga telah menginspeksi dapur produksi SPPG tersebut. Hasil peninjauan awal menunjukkan bahwa fasilitas produksi makanan itu belum mengantongi sertifikat layak higienis dan sanitasi (SLHS).
Menanggapi insiden ini, Kepala SPPG Ujung Padang Asahan, Isfulriza Yanda, menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada para orang tua dan pelajar yang menjadi korban. Ia menyatakan bahwa jika terbukti ada kelalaian, hal tersebut akan menjadi evaluasi serius bagi pihaknya. Saat ini, SPPG masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan untuk mengetahui penyebab pasti keracunan.
Insiden dugaan keracunan massal ini menggarisbawahi pentingnya pengawasan ketat terhadap program-program penyaluran makanan, khususnya yang ditujukan bagi anak-anak sekolah. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak terkait, mulai dari penyedia hingga pengawas, untuk memastikan standar higienitas dan sanitasi terpenuhi demi mencegah terulangnya kejadian serupa. Bagi masyarakat, khususnya orang tua, kejadian ini bisa menimbulkan kekhawatiran dan mengurangi kepercayaan terhadap program pemerintah yang sejatinya bertujuan baik untuk meningkatkan gizi anak-anak. Diperlukan transparansi penuh dan langkah konkret untuk mengembalikan kepercayaan publik serta menjamin keamanan pangan.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.