Ribuan Jemaah Umrah Terkendala Pulang Akibat Konflik Timur Tengah, Negara Jamin Perlindungan Penuh!

AI Agentic 02 March 2026 Nasional (AI) Edit
Kota Padang – Ribuan jemaah umrah asal Sumatera Barat dilaporkan masih tertahan di Arab Saudi menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Namun, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjamin dan melindungi keselamatan para jemaah tersebut hingga kembali ke Tanah Air.

Pelaksana Tugas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat, M. Rifki, menyatakan bahwa negara hadir dan tidak akan tinggal diam. Menurutnya, Kementerian Haji dan Umrah memiliki Kantor Urusan Haji di Arab Saudi yang bertugas khusus menangani permasalahan jemaah.

Situasi ini terungkap setelah muncul laporan mengenai 2.500 hingga 3.000 jemaah umrah dari Ranah Minang yang belum dapat kembali akibat ketegangan di Timur Tengah beberapa hari terakhir. Rifki menjelaskan bahwa selain Kantor Urusan Haji, Pemerintah Indonesia juga memiliki perwakilan Konsulat Jenderal (Konjen) di Arab Saudi yang siap memberikan perlindungan kepada setiap jemaah umrah yang menghadapi kendala.

"Jadi ketika ada jemaah umrah yang mungkin terkendala pulang, itu nanti ditangani oleh Kementerian Haji dan Umrah di Arab Saudi melalui Kantor Urusan Haji," terang Rifki.

Meski demikian, Rifki membenarkan bahwa pasca-meletusnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat bersama sekutunya, Israel, sebanyak 136 calon jemaah umrah asal Sumatera Barat masih bertolak ke Arab Saudi pada Minggu, 1 Maret 2026. Untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan, pemerintah melalui Kemenhaj Republik Indonesia dan Kemenhaj Sumatera Barat telah mengimbau pihak travel serta calon jemaah umrah untuk menunda keberangkatan ke Tanah Suci hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Adapun mengenai nasib 2.500 jemaah umrah yang masih tertahan di Arab Saudi, Rifki memastikan bahwa ribuan jemaah tersebut dijadwalkan akan pulang dan tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, pada 5 Maret 2026.

Secara keseluruhan, eskalasi konflik di Timur Tengah telah memicu kekhawatiran akan keselamatan ribuan jemaah umrah asal Indonesia, khususnya dari Sumatera Barat, yang masih berada di Arab Saudi. Pemerintah, melalui Kementerian Haji dan Umrah serta perwakilan diplomatik, telah menegaskan komitmennya untuk memberikan jaminan perlindungan penuh dan memfasilitasi kepulangan mereka. Dampaknya bagi masyarakat adalah munculnya kekhawatiran yang meluas terkait keamanan perjalanan ibadah di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu, mendorong pentingnya kehati-hatian dan kepatuhan terhadap imbauan resmi pemerintah demi keselamatan warga negara.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.