Penjualan Mobil Listrik di AS Anjlok 41 Persen, Ada Apa Setelah Insentif Dihapus?
JAKARTA – Pasar mobil listrik di Amerika Serikat kini tengah menghadapi masa penyesuaian yang cukup keras. Data terbaru menunjukkan penjualan kendaraan ramah lingkungan tersebut mengalami penurunan signifikan menyusul penghentian insentif pajak federal yang berakhir pada 30 September tahun lalu. Penurunan ini mengindikasikan bahwa permintaan terhadap mobil listrik di Negeri Paman Sam sebelumnya sangat bergantung pada dukungan pemerintah.
Menurut data yang dirilis S&P Global Mobility, sepanjang Januari lalu, hanya ada 59.802 unit mobil listrik baru yang terdaftar. Angka ini merosot tajam, yakni 41 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total hampir 1,2 juta unit mobil yang terdaftar di bulan tersebut, pangsa pasar mobil listrik murni kini hanya mencapai 5,1 persen, anjlok dari 8,3 persen pada tahun sebelumnya.
Kondisi kontras justru terlihat pada segmen kendaraan lain. Mobil berbahan bakar bensin berhasil memperbesar pangsa pasarnya menjadi 76,6 persen. Tak ketinggalan, mobil hybrid juga menunjukkan kenaikan pangsa pasar hingga mencapai 14,7 persen, menandakan pergeseran preferensi konsumen di tengah hilangnya stimulus fiskal untuk EV.
Meskipun demikian, Tesla tetap menjadi pemain dominan di pasar mobil listrik AS. Pada Januari, merek besutan Elon Musk ini mencatatkan 32.123 unit yang terdaftar. Namun, capaian ini juga tak luput dari penurunan, yakni 26 persen secara tahunan. Menariknya, di tengah penurunan pasar secara keseluruhan, pangsa pasar Tesla justru melonjak menjadi 53,7 persen.
Di posisi kedua, Cadillac menyusul dengan selisih yang cukup jauh. Pabrikan ini berhasil mendaftarkan 3.189 unit mobil listrik. Cadillac menjadi salah satu dari sedikit produsen yang masih mencatatkan pertumbuhan positif, dengan kenaikan 8,1 persen secara tahunan dan peningkatan pangsa pasar sebesar 2,3 poin menjadi 5,3 persen.
Namun, beberapa produsen lain harus merasakan dampak penurunan yang lebih tajam. Hyundai misalnya, mencatat 3.027 unit penjualan pada Januari, turun 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya, terutama karena melemahnya penjualan model Ioniq 5 yang anjlok 22 persen. Ford juga mengalami penurunan signifikan sebesar 67 persen dengan hanya 2.772 unit terjual, diikuti oleh Chevrolet yang merosot 55 persen menjadi 2.658 unit. Di sisi lain, Toyota berhasil mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 25 persen, meskipun total penjualannya masih relatif kecil dengan 2.529 unit dan masih tertinggal dari para pesaing utamanya.
Analis eksekutif iSeeCars, Karl Brauer, melihat fenomena ini sebagai periode adaptasi pasar terhadap kondisi baru tanpa adanya dukungan insentif dari pemerintah. Senada dengan itu, Tom Libby, seorang analis dari S&P Global Mobility, berpendapat bahwa penurunan ini sebenarnya sudah diperkirakan. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan bagian dari proses perombakan ulang pasar yang diprediksi akan berlangsung secara bertahap dalam beberapa waktu mendatang.
Secara garis besar, pasar mobil listrik di Amerika Serikat tengah mengalami guncangan signifikan, terlihat dari anjloknya registrasi mobil listrik baru hingga 41 persen di bulan Januari, menyusul dihentikannya insentif pajak federal. Kondisi ini menyebabkan pangsa pasar mobil listrik murni turun menjadi 5,1 persen, sementara kendaraan bensin dan hybrid justru menunjukkan peningkatan. Tesla, meski penjualannya menurun, berhasil mengukuhkan dominasinya dengan kenaikan pangsa pasar, sementara sebagian besar pabrikan lain menghadapi kemerosotan tajam, kecuali Cadillac dan Toyota yang menunjukkan pertumbuhan terbatas. Dampak bagi masyarakat cukup terasa, di mana hilangnya insentif ini membuat harga mobil listrik menjadi kurang kompetitif dibandingkan sebelumnya, berpotensi memperlambat laju adopsi kendaraan listrik oleh konsumen. Hal ini juga dapat memengaruhi target pemerintah dalam mengurangi emisi dan transisi energi, serta memaksa produsen otomotif untuk mencari strategi baru, seperti inovasi harga atau fitur, untuk menarik kembali minat pembeli tanpa bergantung pada subsidi.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.