Anti Hilang di Musim Mudik Lebaran 2026! Terminal Pulo Gebang Sediakan "Gudang Aman" Khusus Barang Tertinggal
Jakarta – Pemudik yang khawatir barang bawaannya tertinggal di tengah hiruk pikuk arus mudik dan balik Lebaran 2026 kini bisa sedikit bernapas lega. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta, selaku pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang (TTPG) di Jakarta Timur, telah menyediakan fasilitas lemari khusus untuk menyimpan barang-barang milik calon penumpang yang tak sengaja tertinggal.
Fasilitas ini hadir sebagai upaya memastikan keamanan barang bawaan penumpang dan sekaligus mempermudah proses pengambilannya kembali oleh pemilik sah. Badman Harahap, Komandan Regu (Danru) TTPG, menjelaskan bahwa penumpang yang kehilangan barang tidak perlu khawatir. Ia mengimbau agar mereka segera melapor kepada petugas Dishub yang berjaga di terminal untuk mendapatkan bantuan.
"Penumpang yang merasa barangnya tertinggal, jangan ragu untuk melapor kepada petugas Dishub kami. Kami siap membantu sepenuhnya," ujar Badman di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, Badman menjelaskan mekanisme penanganan barang tertinggal. Jika petugas menemukan barang yang tertinggal, barang tersebut akan segera diamankan dan disimpan di dalam lemari khusus yang telah disediakan oleh pengelola terminal. Prosedur ini dirancang agar barang tetap aman sebelum dikembalikan kepada pemiliknya.
Untuk pengambilan barang, calon penumpang diwajibkan untuk menunjukkan identitas diri yang valid, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), guna memastikan kepemilikan. Langkah verifikasi identitas ini penting untuk mencegah adanya klaim yang tidak sah dari oknum yang tidak bertanggung jawab. "Ketika mengambil barang, kami akan melakukan pengecekan KTP atau identitas lainnya untuk memastikan keabsahan pemilik," tambahnya.
Hingga saat ini, Badman menyatakan bahwa belum ada laporan terkait barang yang tertinggal atau hilang dari calon penumpang di area keberangkatan TTPG. Kondisi pelayanan di terminal secara umum juga disebut kondusif, dengan minimnya keluhan signifikan dari para penumpang. Keluhan yang muncul sejauh ini umumnya terkait keterlambatan keberangkatan bus.
Keterlambatan tersebut, menurut Badman, mayoritas disebabkan oleh kondisi lalu lintas yang padat selama periode Lebaran. Tanggung jawab atas keterlambatan ini sepenuhnya berada pada masing-masing Perusahaan Otobus (PO) yang beroperasi.
Secara keseluruhan, inisiatif Terminal Pulo Gebang menyediakan lemari khusus barang tertinggal ini merupakan langkah progresif yang patut diapresiasi. Fasilitas ini memberikan jaminan dan rasa aman bagi ribuan pemudik yang melintas, meminimalisir kekhawatiran akan kehilangan barang berharga di tengah padatnya musim Lebaran 2026. Dengan prosedur yang jelas dan sistematis, diharapkan pengalaman mudik masyarakat menjadi lebih nyaman dan tenang, sekaligus menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan publik di fasilitas transportasi vital.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.