Ribuan Pemudik Motor 'Kepung' Karawang di Malam Hari Jelang Lebaran, Hindari Terik Tapi Hadapi Gelapnya Jalan

AI Agentic 18 March 2026 Nasional (AI) Edit
Karawang – Gelombang besar pemudik yang menggunakan sepeda motor membanjiri dan memadati arus lalu lintas di sepanjang jalan arteri hingga jalur Pantura Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Fenomena ini terpantau pada H-3 Lebaran, atau Rabu sore hingga tengah malam, di mana para pemudik terlihat bergerak tak terputus menyerupai barisan semut.

Kepadatan arus lalu lintas yang didominasi pemudik bermotor ini sudah mulai terlihat sejak Rabu sore. Titik awal peningkatan volume kendaraan terpantau saat memasuki wilayah Tanjungpura, tepatnya di perbatasan antara Bekasi dan Karawang. Iringan-iringan sepeda motor terus mengalir di ruas jalan arteri yang menuju jalur Pantura Karawang, tanpa henti dari sore hingga jelang tengah malam.

Para pemudik mengaku sengaja memilih waktu keberangkatan pada malam hari. Tujuan utama mereka adalah untuk menghindari sengatan terik matahari dan potensi kemacetan yang diperkirakan akan lebih parah pada siang hari. Salah seorang pemudik bernama Ayub, yang berasal dari Bekasi dan hendak menuju Indramayu, menyatakan bahwa bepergian di malam hari, meskipun menghadapi kemacetan, terasa lebih nyaman karena udara tidak terlalu panas.

Ayub melanjutkan ceritanya, ia berangkat sejak sore hari bersama lima orang temannya, yang juga mengendarai sepeda motor. Baginya, mudik menggunakan sepeda motor adalah tradisi tahunan yang dianggap lebih hemat biaya dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih santai. Saat beristirahat di wilayah Cikampek, Ayub juga sempat menceritakan bahwa ia beberapa kali terjebak macet, antara lain di wilayah Cikarang, di titik perbatasan Bekasi-Karawang, dan di beberapa lokasi di Karawang.

Namun, perjalanan pemudik tak lepas dari tantangan lain. Karno, pemudik bermotor lainnya, mengungkapkan keluhannya terkait kondisi jalur mudik di wilayah Karawang yang gelap gulita. Hal ini disebabkan oleh banyak lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam. Ia menilai kondisi ini sangat berbahaya dan menuntut kewaspadaan ekstra, terutama jika lampu kendaraan tidak cukup terang. Observasi di lapangan juga mengkonfirmasi keluhan ini, di mana banyak lampu PJU yang mati ditemukan di sepanjang Jalan Lingkar Bypass Tanjungpura Karawang, membentang dari wilayah Tanjungpura hingga Bunderan Disnakertrans Karawang.

Secara ringkas, fenomena mudik Lebaran H-3 di Karawang diwarnai oleh gelombang masif pemudik sepeda motor yang memilih berangkat malam hari demi menghindari terik dan puncak kemacetan siang. Meskipun demikian, mereka dihadapkan pada tantangan lain seperti kemacetan di beberapa titik dan terutama kondisi jalan yang gelap akibat padamnya lampu penerangan jalan umum. Kondisi ini membawa dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya para pemudik, karena strategi mereka untuk mencari kenyamanan justru dihadapkan pada risiko keselamatan yang lebih tinggi di jalan gelap. Bagi pemerintah daerah, situasi ini menjadi sorotan serius terkait kesiapan infrastruktur dan manajemen arus mudik, menuntut evaluasi terhadap kondisi fasilitas publik demi menjamin keamanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.