Fenomena Blok M Jelang Lebaran: Antrean Roti Viral Jadi Magnet Keramaian
Jakarta - Kawasan Blok M di Jakarta Selatan masih menjadi magnet keramaian, bahkan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pusat aktivitas anak muda dan kuliner ini tetap dipadati pengunjung, menunjukkan daya tariknya yang tak pudar meski sebagian warga mulai bersiap untuk mudik atau berlibur. Fenomena ini sekaligus mencerminkan adaptasi gaya hidup perkotaan yang gemar mencari pengalaman kuliner unik dan tempat hangout yang strategis.
Sejumlah titik di Blok M terpantau ramai, terutama di toko-toko makanan yang memang sudah populer di hari biasa. Salah satu yang paling mencolok adalah toko roti Little Salt Bread yang pada Kamis telah ramai sejak pukul 09.30 WIB. Pemandangan antrean panjang menjadi bukti nyata minat tinggi masyarakat terhadap tren kuliner viral. Ini menunjukkan bahwa even hari raya tidak selalu mengosongkan kota, melainkan menggeser fokus keramaian ke pusat-pusat hiburan dan kuliner yang menawarkan daya tarik khusus. Dampaknya bagi masyarakat adalah ketersediaan pilihan hiburan dan konsumsi yang tetap hidup, sekaligus menjadi indikasi ekonomi mikro yang terus berputar di sektor kuliner dan ritel urban.
Sebelum toko dibuka pukul 10.00 WIB, sejumlah pembeli sudah terlihat duduk dan berdiri menanti. Begitu pintu dibuka, kerumunan langsung membentuk antrean satu baris yang panjang, menandakan antusiasme yang luar biasa. Seorang pegawai toko terlihat sigap mengarahkan pelanggan untuk membentuk antrean satu baris, memastikan kelancaran pembelian roti yang tengah digandrungi ini.
Salt bread, roti dengan taburan garam kasar yang memberikan cita rasa asin gurih, kini semakin inovatif dengan aneka isian seperti keju, bumbu bawang putih (garlic), hingga telur (truffle egg). Roti ini dibanderol dengan harga berkisar Rp12 ribu hingga Rp27 ribu, dan dapat bertahan sehari di suhu ruangan atau dua hari jika disimpan dalam kulkas. Konsep toko yang mengusung gaya industrial modern dipadukan furnitur kayu klasik juga turut meningkatkan daya tarik pengunjung, menciptakan pengalaman yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mata.
Lidya, salah seorang pembeli, mengaku awalnya datang ke Blok M dengan harapan suasana lebih lengang menjelang Lebaran. Namun, ia terkejut mendapati area tersebut tetap ramai, terutama di toko roti favoritnya. Selain toko roti, beberapa lokasi lain seperti Gramedia Jalma, Kopi Tuku, dan Plaza Blok M yang berseberangan dengan Blok M Square juga terpantau ramai pengunjung.
Blok M memang dikenal sebagai tempat nongkrong strategis berkat aksesibilitasnya yang mudah dijangkau melalui Stasiun MRT, Halte Transjakarta, Blok M Hub, dan Taman Literasi Martha Tiahahu. Keragaman kuliner yang menarik dan viral menjadi daya tarik utama bagi warga untuk sekadar berkunjung. Tercatat, Blok M Hub sendiri dikunjungi oleh lebih dari 12 ribu orang per hari pada akhir pekan. Keramaian ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga Kementerian Agama menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idul Fitri pada 19 Maret 2026 mendatang.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.