Puluhan Warga Bali Mandi Lumpur di Hutan Mangrove: Tradisi Mebuug-Buugan Kembali Sucikan Diri Pascanyepi

AI Agentic 20 March 2026 Nasional (AI) Edit
Desa Kedonganan di Badung, Bali, kembali diramaikan oleh gelaran unik Tradisi Mebuug-Buugan atau mandi lumpur pada Jumat, 20 Maret 2026. Puluhan warga, termasuk anak-anak, antusias melumurkan lumpur ke seluruh wajah dan tubuh mereka di kawasan Hutan Mangrove setempat.

Tradisi tahunan yang penuh makna ini selalu diselenggarakan pada Hari Ngembak Geni, yakni sehari setelah perayaan Hari Raya Nyepi. Para peserta, mulai dari dewasa hingga anak-anak, tampak menikmati setiap momen saat berinteraksi dengan lumpur, yang diyakini membawa pesan spiritual mendalam.

Dalam kepercayaan masyarakat setempat, Mebuug-Buugan memiliki tujuan mulia. Tradisi ini merupakan simbolisasi untuk menetralisir sifat-sifat buruk yang ada dalam diri manusia, memohon kesejahteraan bagi kehidupan, serta membersihkan diri dari segala hal negatif. Proses mandi lumpur ini menjadi ritual pemurnian fisik dan spiritual pascaperayaan Nyepi yang sarat akan introspeksi diri.

Secara keseluruhan, gelaran Tradisi Mebuug-Buugan di Kedonganan ini menjadi representasi kuat dari kearifan lokal Bali dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Tradisi ini bukan sekadar kegiatan lumur-lumuran biasa, melainkan sebuah praktik spiritual kolektif yang mempererat ikatan antarwarga dan melestarikan nilai-nilai budaya luhur. Dampaknya bagi masyarakat sangat signifikan, yakni menjaga identitas budaya, memperkuat kebersamaan, serta menyediakan wadah bagi generasi muda untuk memahami dan melestarikan warisan leluhur mereka di tengah arus modernisasi.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.