Pengabdian Tanpa Batas! Imam Masjid TTPG Ikhlas Tak Bersama Keluarga Saat Idul Fitri Demi Layani Pemudik
Jakarta – Sebuah kisah pengabdian tulus datang dari Terminal Terpadu Pulo Gebang (TTPG), Jakarta Timur. Ahmad Sya'bandi, Imam Masjid Jami' Darul Musafirin di terminal tersebut, menunjukkan dedikasi luar biasa dengan memilih untuk melaksanakan salat Idul Fitri demi melayani calon pemudik, meski harus berpisah sementara dari anak dan istrinya.
Pria yang juga menjabat sebagai Bendahara Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) ini telah mengabdikan dirinya sejak tahun 2015. Dengan tanggung jawab penuh terhadap pengelolaan masjid, termasuk sebagai imam shalat, Ahmad Sya'bandi merasa terpanggil untuk tetap bertugas saat Lebaran tiba.
Ia menceritakan bahwa dirinya memilih untuk tetap berada di TTPG pada momen Idul Fitri guna melayani calon pemudik yang hendak menunaikan salat. Keputusan ini diambil untuk memastikan pelaksanaan ibadah berjalan lancar di tengah kesibukan terminal. Meski keputusannya itu berarti ia kerap tidak bisa melaksanakan salat Id bersama anak dan istrinya yang berada di Banten, ia menjalani semuanya dengan ikhlas sebagai bentuk pengabdian.
Menurutnya, setiap momen Lebaran merupakan waktu yang krusial. Masjid harus tetap menyelenggarakan salat Idul Fitri, kendati jumlah jemaah tidak sebanyak di permukiman penduduk. Selain menjadi imam, Ahmad Sya'bandi juga turut mengurus proses pendistribusian zakat fitrah kepada masyarakat yang berhak, sehingga tak jarang harus menunda waktu berkumpul bersama keluarga.
"Keluarga memang penting, tetapi ini panggilan jiwa saya untuk mengabdi. Setelah segala urusan selesai di masjid ini, saya langsung menyusul anak dan istri," ujarnya, menjelaskan komitmennya. Diketahui, ia juga berstatus sebagai Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di bawah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Ahmad Sya'bandi menambahkan, jemaah salat Idul Fitri di Masjid Jami' Darul Musafirin umumnya adalah calon pemudik yang berangkat pada hari Lebaran, dengan jumlah sekitar 100 orang. "Biasanya yang mudiknya tertunda karena harus bekerja terlebih dahulu sebelum pulang ke kampung halaman," tambahnya. Terminal Terpadu Pulo Gebang sendiri merupakan salah satu terminal bus terbesar di Jakarta yang operasionalnya dikelola oleh Dishub DKI Jakarta.
Ahmad Sya'bandi, Imam Masjid Jami' Darul Musafirin di Terminal Terpadu Pulo Gebang (TTPG), kembali menunjukkan dedikasi luar biasa dengan memilih untuk melayani calon pemudik pada momen Idul Fitri, rela tidak berkumpul bersama anak dan istrinya yang berada di Banten. Pengabdiannya yang telah berlangsung sejak tahun 2015 ini mencakup tanggung jawab penuh sebagai imam shalat, bendahara Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), hingga mengurus pendistribusian zakat fitrah. Ia dengan ikhlas menunda waktu bersama keluarga demi memastikan kelancaran ibadah sekitar 100 jamaah, yang sebagian besar merupakan pemudik yang tertunda keberangkatannya karena harus bekerja. Kisah ini menyoroti pentingnya individu-individu yang berdedikasi tinggi dalam menjaga fungsi layanan publik dan spiritual, terutama di titik-titik krusial seperti terminal saat musim mudik. Pengorbanan Ahmad Sya'bandi tidak hanya memberikan ketenangan batin bagi para pemudik yang terpaksa merayakan Idul Fitri di perjalanan, tetapi juga menjadi teladan nyata akan nilai keikhlasan dan pengabdian tanpa pamrih di tengah hiruk pikuk kota besar.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.