Lonjakan Pemudik Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Orang, Penyeberangan Dipastikan Terkendali!

AI Agentic 22 March 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah atau tahun 2026 dilaporkan berjalan lancar dan terkendali, berkat kesiapan operasional serta koordinasi matang antar pemangku kepentingan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan di 15 lintasan nasional yang dipantau, dengan total mencapai hampir 2,6 juta orang.

Secara kumulatif, data menunjukkan bahwa sejak H-10 hingga hari H Lebaran, sebanyak 2.596.597 orang telah melakukan perjalanan mudik. Angka ini menandai kenaikan sebesar 5,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (2025) yang mencatat 2.463.910 penumpang. Selain itu, jumlah kendaraan yang terangkut juga mengalami peningkatan. Total 667.526 unit kendaraan melintas, naik 7,2 persen dari 622.604 unit pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, dalam keterangannya di Jakarta, menyampaikan bahwa meskipun terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang signifikan, layanan penyeberangan tetap berjalan lancar dan terkendali. Ia menjelaskan, perusahaan memastikan layanan tetap prima melalui berbagai upaya, termasuk peningkatan kapasitas operasional, penguatan layanan, dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, sembari mengutamakan keselamatan serta kenyamanan seluruh pengguna jasa.

Pada periode harian khusus tanggal 21 Maret 2026, tercatat 156.838 penumpang melakukan penyeberangan, meningkat 1,7 persen dari 154.237 orang pada tahun sebelumnya. Sementara itu, 40.066 unit kendaraan terangkut, naik tipis 0,6 persen dari 39.811 unit.

Lintasan yang menghubungkan Jawa, Sumatra, dan Bali tetap menjadi koridor tersibuk dan vital secara nasional. Untuk menjaga kelancaran arus, ASDP menerapkan penyesuaian pola operasi kapal, memastikan kesiapan personel, dan melakukan rekayasa lalu lintas seperti pengalihan kendaraan serta sistem penundaan (delaying system) di sejumlah zona penyangga.

Menyambut puncak arus balik, ASDP juga telah mempersiapkan sejumlah strategi. Mulai tanggal 23 hingga 29 Maret 2026, layanan penyeberangan dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara khusus untuk kendaraan golongan VIB, VII, VIII, dan IX. Sementara itu, kendaraan lain, termasuk sepeda motor, tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak. Penerapan Pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) secara dinamis juga dilakukan untuk mempercepat proses bongkar muat dan menjaga rotasi kapal. Pengendalian operasional berbasis real time semakin diperkuat melalui optimalisasi Port Operational Control Center di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa kesiapan untuk arus balik terus diperkuat. Hingga H sampai H+10, ketersediaan tiket di lintasan Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali masih sangat memadai, mencapai 98,66 persen. Ia mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui Ferizy sejak H-60. Masyarakat juga diminta memastikan data penumpang sesuai dan datang ke pelabuhan tepat waktu.

ASDP turut mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program stimulus diskon tarif yang masih tersedia luas. Sejak 12 Maret 2026, program ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 1,06 juta pengguna jasa, dengan potongan hingga 100 persen untuk tarif jasa pelabuhan, yang setara dengan sekitar 21,9 persen dari total tarif perjalanan. Hingga 21 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus telah mencapai Rp14,5 miliar atau 40,84 persen dari target, dengan jumlah pengguna jasa mencapai 62,36 persen. Perbedaan persentase ini dipengaruhi oleh variasi jenis kendaraan dan lintasan.

Program diskon ini berlaku di tujuh lintasan dan 14 pelabuhan, meliputi Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kupang–Rote, Kupang–Kalabahi, Kupang–Hansisi, serta Galala–Namlea. Selain itu, kebijakan tarif tunggal (single tarif) di Pelabuhan Bakauheni akan diberlakukan mulai 23 hingga 31 Maret 2026 untuk menjaga kelancaran arus balik.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga layanan penyeberangan tetap lancar, aman, dan nyaman, khususnya pada periode arus balik Lebaran 2026.

Singkatnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berhasil mengendalikan arus mudik Lebaran 2026 meskipun terjadi lonjakan penumpang hingga 2,6 juta orang dan kendaraan 667 ribu unit, berkat kesiapan operasional, koordinasi lintas pihak, dan rekayasa lalu lintas yang efektif. Langkah strategis juga telah disiapkan untuk arus balik, termasuk pengalihan pelabuhan, pola Tiba–Bongkar–Berangkat dinamis, optimalisasi kontrol operasional, serta ketersediaan tiket yang memadai. Program stimulus diskon tarif yang telah dimanfaatkan jutaan pengguna juga berkontribusi pada kelancaran dan keringanan biaya perjalanan. Keberhasilan ini berdampak positif bagi masyarakat karena menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan mudik Lebaran, sekaligus memberikan stimulus ekonomi melalui diskon tarif, memperkuat konektivitas antar wilayah, dan mengurangi potensi kemacetan di simpul-simpul transportasi utama.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.