Jaringan Dolar Hitam Terbongkar! Dua Warga Liberia Diciduk Polisi di Apartemen Mewah Jakarta
Polda Metro Jaya berhasil membongkar praktik penipuan berkedok "black dollar" atau dolar hitam, menyusul penangkapan dua warga negara asing (WNA) asal Liberia di sebuah apartemen di Meruya Kembangan, Jakarta Barat. Kedua pelaku kini tengah menjalani proses penyidikan intensif.
Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, membenarkan penangkapan tersebut pada Kamis. Menurutnya, kedua individu asal Liberia itu diamankan karena terlibat dalam kasus penipuan dengan modus "black dollar".
Dua pelaku yang berinisial SDT dan I tersebut diringkus pada Rabu lalu. Saat ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jakarta Barat masih terus melakukan penyidikan untuk mengungkap seluruh jaringan dan kronologi kejahatan ini. Kompol Andaru Rahutomo menambahkan, rincian lebih lanjut mengenai pengungkapan kasus dan estimasi kerugian korban akan segera dirilis dalam waktu dekat.
Penangkapan dramatis itu terekam dalam sebuah video. Petugas kepolisian mendatangi para pelaku saat mereka sedang menikmati hidangan di salah satu ruangan dalam gedung apartemen. Setelah menunjukkan surat perintah penangkapan, petugas segera melakukan penggeledahan. Dalam proses tersebut, polisi mengamankan satu buah koper yang di dalamnya terdapat bundelan bungkusan berwarna cokelat, diduga kuat berisi bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan "dolar hitam".
Modus "black dollar" sendiri merupakan metode penipuan canggih di mana mata uang asing dilapisi dengan karbon. Pelaku mengklaim lapisan karbon ini bertujuan untuk mengelabui petugas Imigrasi dan Bea Cukai saat mata uang tersebut diselundupkan ke Indonesia, sebelum kemudian "dibersihkan" dengan bahan kimia tertentu dan dijual sebagai mata uang sah.
Penangkapan dua warga Liberia berinisial SDT dan I di Jakarta Barat atas dugaan penipuan modus "black dollar" ini menjadi sorotan penting. Mereka diduga kuat terlibat dalam kejahatan transnasional yang menggunakan mata uang asing palsu yang dilapisi karbon untuk mengelabui korban dan petugas. Kasus ini menyoroti modus operandi penipuan yang semakin canggih dan seringkali melibatkan jaringan internasional. Bagi masyarakat, kasus ini merupakan peringatan serius akan bahaya penipuan berkedok investasi atau transaksi keuangan yang tidak lazim, terutama yang melibatkan iming-iming keuntungan besar atau tawaran di luar nalar. Dampaknya tidak hanya kerugian finansial yang diderita korban, tetapi juga potensi merusak iklim investasi dan kepercayaan publik. Selain itu, terungkapnya jaringan ini menunjukkan komitmen aparat kepolisian dalam memberantas kejahatan lintas batas, sekaligus menegaskan pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap penawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.