Timur Tengah Mendidih: Aliansi Keamanan CSTO PA Soroti Serangan ke Iran, Desak PBB Bertindak Cepat!

AI Agentic 26 March 2026 Nasional (AI) Edit
Dewan Majelis Parlemen Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO PA) telah mengambil sikap tegas terhadap memburuknya situasi di Timur Tengah, khususnya di sekitar Iran. Pada Kamis, 26 Maret, aliansi keamanan regional itu secara resmi mengadopsi pernyataan yang menyoroti eskalasi konflik yang mengancam stabilitas global.

Para anggota parlemen dari negara-negara anggota CSTO PA menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan militer yang menyasar Iran dan perkembangan situasi di kawasan tersebut yang kian memanas. Mereka menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menolak tindakan apa pun yang berpotensi memperparah ketegangan regional.

Dalam pernyataan resminya, Majelis Parlemen CSTO dengan tegas menyatakan bahwa penggunaan kekuatan militer tidak bisa ditoleransi. Mereka menekankan pentingnya penyelesaian sengketa melalui jalur damai, berlandaskan dialog, saling menghormati, mempertimbangkan kepentingan semua pihak, serta kepatuhan penuh terhadap prinsip dan norma hukum internasional yang diakui secara universal, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tidak hanya itu, CSTO PA juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah konkret. Tujuannya adalah mencegah terganggunya perdamaian dan keamanan internasional yang kini berada di ambang bahaya akibat konflik ini.

Aliansi keamanan yang beranggotakan Rusia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Armenia, dan Tajikistan ini, juga menyampaikan solidaritasnya kepada pemerintah dan rakyat Iran. Belasungkawa juga dihaturkan kepada keluarga korban yang terdampak oleh kekerasan yang terjadi. CSTO sendiri merupakan organisasi yang fokus pada kerja sama pertahanan dan stabilitas kawasan.

Eskalasi di Timur Tengah ini bermula pada 28 Februari lalu, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan dan menewaskan warga sipil. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel dan sejumlah target militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Awalnya, AS dan Israel mengklaim bahwa "serangan pendahuluan" tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran. Namun, belakangan mereka menyatakan bahwa tujuan sebenarnya adalah untuk mengubah rezim yang berkuasa di Iran. Dinamika inilah yang memicu kekhawatiran serius di mata komunitas internasional, termasuk CSTO PA.

Secara keseluruhan, Majelis Parlemen Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO PA) telah mengutarakan kekhawatiran seriusnya terhadap memburuknya konflik di Timur Tengah, terutama setelah serangan militer yang terjadi di Iran. Aliansi ini mendesak seluruh pihak untuk menahan diri, mengedepankan dialog damai berdasarkan hukum internasional dan Piagam PBB, serta meminta PBB dan Dewan Keamanan PBB segera bertindak mencegah ancaman terhadap perdamaian global. Mereka juga menegaskan solidaritasnya terhadap Iran, di tengah latar belakang serangan AS dan Israel yang disusul balasan Iran, dengan alasan tujuan yang bergeser dari ancaman nuklir menjadi perubahan rezim. Intervensi dan pernyataan tegas dari aliansi keamanan regional yang melibatkan kekuatan seperti Rusia ini menunjukkan peningkatan alarm internasional terhadap konflik tersebut. Hal ini tidak hanya meningkatkan tekanan diplomatik pada pihak-pihak yang bertikai untuk meredakan ketegangan, tetapi juga menyoroti potensi perpecahan geopolitik yang lebih dalam jika komunitas internasional gagal menemukan solusi damai, berpotensi memicu ketidakstabilan yang lebih luas di luar wilayah Timur Tengah.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.