Bitmine Luncurkan MAVAN, Ambisi Jadi Platform Staking Ethereum Terbesar di Dunia
Bitmine Immersion Technologies, sebuah perusahaan terkemuka dalam akumulasi kripto untuk investasi jangka panjang, secara resmi meluncurkan MAVAN (Made in America VAlidator Network), platform staking Ethereum kelas institusional miliknya. Peluncuran ini digadang-gadang akan menjadikan MAVAN sebagai penyedia layanan staking Ethereum terbesar di dunia, sekaligus pionir dalam layanan infrastruktur untuk chain dan blockchain proof-of-stake lainnya.
Platform MAVAN dirancang khusus sebagai tujuan utama bagi institusi yang ingin melakukan staking Ethereum, dengan fokus pada keamanan, kinerja, dan ketahanan. Infrastrukturnya dibangun di Amerika Serikat untuk memenuhi kebutuhan validasi domestik, namun juga didukung oleh arsitektur yang fleksibel dan terdistribusi secara global untuk melayani klien di seluruh dunia. Awalnya, MAVAN dikembangkan untuk mendukung kepemilikan Ethereum Bitmine sendiri, dan kini akan diperluas untuk melayani investor institusi, kustodian, serta mitra ekosistem yang mencari infrastruktur staking terbaik di kelasnya.
Per 24 Maret 2026 pukul 17.00 ET, Bitmine tercatat memiliki 3.142.643 ETH yang telah distaking, yang jika dihitung dengan harga $2.148 per ETH, setara dengan sekitar $6,8 miliar. Dengan jumlah kepemilikan Ethereum yang masif ini, Bitmine menargetkan akuisisi hingga 5% dari total pasokan ETH yang beredar. Perusahaan ini juga didukung oleh sejumlah investor institusi penting seperti Cathie Wood dari ARK, MOZAYYX, Founders Fund, Bill Miller III, Pantera, Kraken, DCG, dan Galaxy Digital, serta investor pribadi Thomas "Tom" Lee.
Tom Lee, Chairman Bitmine, menyatakan bahwa peluncuran MAVAN merupakan langkah krusial dalam visi perusahaan untuk membangun salah satu platform infrastruktur staking dan on-chain terkemuka di dunia. Mengingat Bitmine adalah pemilik Ethereum terbesar di dunia, MAVAN diperkirakan akan langsung menjadi platform staking Ethereum terbesar di dunia setelah semua ETH milik Bitmine sepenuhnya distaking melalui platform tersebut dalam beberapa minggu mendatang. Bitmine memperkirakan imbalan staking ETH tahunan dapat mencapai hampir $300 juta, berdasarkan yield BMNR 7 hari sebesar 2,83%.
Lebih lanjut, Lee menjelaskan bahwa perusahaan berencana untuk memperluas jaringan proof-of-stake tambahan dan infrastruktur blockchain penting lainnya seiring waktu. Hingga tahun 2026, upaya pengembangan akan mencakup berbagai bidang seperti brankas on-chain dan pengembangan klien pasca-kuantum. Dalam seminggu terakhir, Bitmine telah melakukan staking sebanyak 101.776 ETH, senilai $219 juta, melalui MAVAN dan akan terus meningkatkan jumlah ini untuk meng-staking hampir seluruh sisa ETH yang belum distaking.
Secara ringkas, Bitmine Immersion Technologies baru saja meluncurkan MAVAN, sebuah platform staking Ethereum kelas institusional yang berambisi menjadi yang terbesar di dunia, dengan fokus pada keamanan dan kinerja. Bitmine sendiri adalah pemilik Ethereum terbesar, dengan kepemilikan lebih dari 3,1 juta ETH senilai $6,8 miliar, didukung oleh investor institusi besar. Peluncuran MAVAN diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Bitmine sebagai pemain kunci di ekosistem Ethereum, tetapi juga berpotensi menghasilkan imbalan staking tahunan hampir $300 juta, yang akan mempercepat akuisisi 5% total pasokan ETH.
Dampak peluncuran MAVAN bagi masyarakat dan ekosistem kripto sangat signifikan. Bagi investor institusi, MAVAN menawarkan infrastruktur staking yang lebih aman dan terpercaya, yang dapat menarik modal besar masuk ke ekosistem Ethereum. Ini berpotensi meningkatkan likuiditas dan stabilitas pasar ETH. Bagi masyarakat luas, peningkatan partisipasi institusi melalui platform seperti MAVAN dapat memperkuat keamanan jaringan Ethereum, yang pada gilirannya mendukung aplikasi dan layanan terdesentralisasi yang lebih handal. Ambisi Bitmine untuk memperluas layanan ke infrastruktur blockchain proof-of-stake lain juga menunjukkan tren konsolidasi dan profesionalisasi dalam layanan staking, yang bisa menjadi fondasi bagi adopsi teknologi blockchain yang lebih luas di masa depan. Inovasi ini juga menyoroti pentingnya kepemilikan aset digital dalam strategi investasi jangka panjang perusahaan di era ekonomi digital.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.