Pancasila Bukan Cuma Dasar Negara, Munjirin Sebut Jadi Kunci Perdamaian Dunia
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menegaskan bahwa Pancasila memiliki peran yang jauh melampaui sekadar dasar negara dan pemersatu bangsa. Dalam sebuah pernyataan resmi, ia menyebut Pancasila sebagai fondasi penting yang dapat mewujudkan perdamaian dunia.
Pernyataan ini disampaikan Munjirin saat membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026. Acara yang mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" itu digelar di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Senin.
Menurut Munjirin, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut juga dinilai menjadi jawaban atas berbagai konflik dan tantangan global yang terjadi saat ini.
Dia menjelaskan bahwa Indonesia telah menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dipersatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Dengan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis, Indonesia mampu mempertahankan persatuan di tengah berbagai gejolak dunia.
Munjirin menyebut Pancasila sebagai jangkar moral bangsa. Menurutnya, jangkar ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai gejolak dunia, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik internasional yang semakin kompleks.
Lebih lanjut, dia mengatakan Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menciptakan ketertiban dunia. Tanggung jawab ini didasarkan pada prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Munjirin menekankan bahwa Pancasila menjadi fondasi bagi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang dianut bangsa Indonesia dinilai sebagai instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.
Dia juga menyoroti berbagai kontribusi nyata Indonesia dalam menjaga stabilitas global. Kontribusi tersebut meliputi keterlibatan pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran aktif dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih tertindas.
Munjirin menilai bahwa seluruh upaya tersebut merupakan implementasi nyata dari sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. "Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia," ucap Munjirin.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai Pancasila. Hal ini penting sebagai fondasi persatuan nasional sekaligus kontribusi Indonesia dalam membangun perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.