Jamaah Haji Debarkasi Makassar Kini Turun Pesawat Pakai Garbarata, Lebih Nyaman dan Cepat
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar, Sulawesi Selatan, telah menyiapkan fasilitas garbarata atau jembatan penumpang untuk menyambut kedatangan jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama. Ini menjadi pengalaman baru bagi para jamaah yang akan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Maros, pada Senin malam.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengungkapkan bahwa kloter 01 dijadwalkan lepas landas dari Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah pada pukul 03.00 waktu Arab Saudi. Setelah menempuh perjalanan, mereka diperkirakan mendarat di Makassar sekitar pukul 22.30 WITA.
"Ini adalah peningkatan layanan yang signifikan. Untuk pertama kalinya, jamaah kita akan turun dari pesawat langsung melalui garbarata, bukan lagi menggunakan tangga di apron bandara," ujar Ikbal di Makassar.
Ia menjelaskan, perubahan mekanisme ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan jamaah, terutama bagi mereka yang sudah lanjut usia atau memiliki kondisi kesehatan tertentu. Jamaah yang dalam kondisi sehat akan langsung menuju terminal melalui jembatan tersebut. Sementara itu, bagi jamaah lansia dan pengguna kursi roda, PPIH telah menyiapkan layanan khusus berupa akses lift serta pendampingan dari petugas hingga tiba di Asrama Haji Makassar.
Setibanya di Asrama Haji, prosesi penerimaan akan dilakukan di Aula Arafah. Setelah itu, jamaah akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten atau kota masing-masing untuk dipulangkan ke daerah asal. Ikbal mengimbau keluarga jamaah agar tidak memadati kawasan asrama haji saat proses penjemputan. Bagi jamaah yang berasal dari luar wilayah Makassar, Gowa, dan Maros, pemulangan akan dikoordinasikan oleh panitia daerah setempat.
Dalam kesempatan yang sama, Ikbal juga mengingatkan para jamaah untuk tidak membawa air zamzam di dalam koper bagasi. Ia menegaskan bahwa setiap jamaah sudah mendapatkan jatah air zamzam sebanyak lima liter yang akan didistribusikan melalui mekanisme resmi. Membawa air zamzam di bagasi dapat memicu pemeriksaan tambahan dan menyebabkan koper harus dibongkar oleh petugas.
"Kami berharap jamaah mematuhi aturan ini demi kelancaran proses kedatangan," pungkasnya.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.