Wamentrans Perkuat Banyuasin Jadi Lumbung Pangan Nasional, Rp100 Juta Dikucurkan untuk Petani!
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans), Viva Yoga Mauladi, menekankan pentingnya penguatan Desa Telang Rejo, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, sebagai lumbung pangan nasional. Wilayah ini sudah dikenal luas sebagai sentra produksi padi dan beras utama Indonesia, bahkan telah diganjar penghargaan Satya Lencana Wira Karya Bidang Pertanian dan dinobatkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai kabupaten peringkat pertama produksi beras nasional tahun 2025. Dorongan ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
Menurut Viva Yoga, peran kawasan transmigrasi sangat vital dalam pencapaian Banyuasin sebagai produsen beras nomor satu di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar lumbung pangan di kabupaten ini memang berada di kawasan transmigrasi, sejalan dengan amanat Presiden Prabowo dalam Asta Cita untuk mencapai swasembada pangan. Potensi produksi di Telang Rejo terbilang tinggi, mencapai 8 ton gabah kering panen per hektare, dan target peningkatan akan terus dikejar. Keberhasilan sektor pertanian di Banyuasin ini tidak lepas dari sinergi lintas kementerian seperti Kementerian Transmigrasi, Pertanian, Pekerjaan Umum, ATR/BPN, hingga Perhubungan. Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Transmigrasi telah menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta untuk pengembangan Koperasi Kelompok Petani Desa Telang Rejo dan merencanakan pembangunan jalan poros serta renovasi infrastruktur kawasan transmigrasi yang akan dimulai pada tahun 2026.
Bupati Banyuasin, Askolani, membenarkan bahwa produktivitas padi di wilayahnya diproyeksikan mencapai 1,2 juta ton pada tahun 2025, berasal dari total lahan sekitar 189 ribu hektare. Ia menegaskan, sekitar 70 persen dari produksi tersebut berasal dari kawasan transmigrasi, membuktikan betapa krusialnya area ini. Askolani menambahkan, dukungan dan kerja sama antar-kementerian menjadi kunci utama untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani di daerah transmigrasi. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat posisi Banyuasin sebagai pilar ketahanan pangan, tetapi juga menunjukkan dampak positif program transmigrasi dalam mendorong ekonomi lokal dan mewujudkan cita-cita kemandirian pangan nasional.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.