Pemerintah Gencar Serap Ayam Peternak Lewat Program Makan Gratis, Harga Diharapkan Segera Pulih
Jakarta – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga merangkap sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bergerak cepat untuk menstabilkan harga ayam broiler di tingkat peternak. Langkah utama yang ditempuh adalah dengan meningkatkan serapan produksi unggas melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Amran mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyepakati peningkatan frekuensi konsumsi daging ayam dan telur dalam program MBG. Targetnya, menu berbasis unggas ini bisa dikonsumsi hingga tiga hingga lima kali dalam sepekan. Kebijakan ini diyakini akan langsung mendorong penyerapan hasil produksi para peternak.
"Kita sudah sepakati agar MBG konsumsi ayam dan telur ditingkatkan dalam satu minggu. Bila perlu, itu bisa 3 atau 5 kali per minggu," kata Amran dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat.
Menurut Amran, langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar. Hal ini dinilai krusial mengingat harga ayam broiler masih menjadi perhatian serius. Untuk merealisasikan kebijakan tersebut, Amran telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, agar daging ayam dan telur peternak bisa terserap optimal oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Komitmen perlindungan terhadap peternak unggas dalam negeri semakin diperkuat. Setelah sebelumnya fokus pada peternak ayam petelur, pemerintah kini juga memberikan perhatian penuh pada peternak ayam pedaging atau broiler. Dalam pantauan Bapanas, pergerakan harga telur ayam ras di tingkat peternak secara nasional dalam tiga hari terakhir mulai menunjukkan tren positif. Rata-rata harga telur ayam sejak 9 hingga 11 Juni naik tipis 0,025 persen, dari Rp24.075 per kilogram menjadi Rp24.081 per kilogram. Meski demikian, kondisi harga ayam broiler masih menjadi pekerjaan rumah yang terus diawasi.
Sebelumnya, dalam sebuah rapat koordinasi di Semarang, Jawa Tengah pada 9 Juni, telah diputuskan sejumlah komitmen yang harus ditaati oleh seluruh anggota Pinsar Indonesia. Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa komitmen ini bertujuan untuk mengerek harga live bird atau ayam broiler hidup agar mendekati Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat peternak. Para mitra program MBG juga diminta untuk mendukung penyerapan langsung dari peternak.
"Komitmen bersama ini sebagai upaya bersama untuk mewajarkan harga peternak ayam kita secara bertahap," ujar Maino. "Pemerintah akan mengawal komitmen Pinsar Indonesia," tambahnya.
Dalam kesepakatan bersama Pinsar Indonesia, ditetapkan harga pembelian live bird mulai 10 Juni sebesar Rp15.500 per kilogram berat hidup di Jawa Tengah, serta Rp16.000 per kilogram di Jawa Barat dan Jawa Timur. Angka ini kemudian akan naik secara bertahap. Pada 12 Juni, harga ditargetkan menjadi Rp17.000 per kilogram untuk Jawa Tengah dan Rp17.500 per kilogram untuk Jawa Barat dan Jawa Timur. Target paling akhir pada 15 Juni mendatang, harga live bird diharapkan bisa mencapai Rp19.500 per kilogram untuk seluruh wilayah Jawa.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.