Target Ambisius: Bahlil Gagas Setengah Juta Rumah Tangga Akan Nikmati Listrik Baru, Instruksi Presiden Jadi Kunci!
Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah ambisius dalam upaya pemerataan akses listrik di Tanah Air. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan peningkatan signifikan target program bantuan pasang baru listrik (BPBL) untuk tahun 2026, dari semula 250.000 menjadi 500.000 rumah tangga. Hal ini disampaikan Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII di Kompleks Parlemen, Kamis lalu. Peningkatan target ini merupakan respons atas desakan Komisi XII yang membidangi sektor ESDM, guna memperluas jangkauan listrik, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan yang belum tersentuh penerangan.
Untuk merealisasikan target tersebut, Bahlil menegaskan perlunya sinkronisasi dan pergeseran anggaran dengan Komisi XII. Ia secara khusus meminta agar alokasi dana dari program lain dapat disesuaikan, mengingat fokus utama pemerintah adalah mempercepat program listrik desa. Bahlil juga mengungkapkan bahwa instruksi langsung datang dari Presiden, yang memerintahkannya untuk membuat program yang lebih masif. Dalam sebuah rapat yang berlangsung Rabu lalu bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, pembahasan mendalam mengenai program-program Kementerian ESDM telah dilakukan.
Jika permohonan anggaran ini disetujui, Bahlil menjanjikan akan memprioritaskan alokasi dana tambahan tersebut untuk meningkatkan kelistrikan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Ia menekankan komitmennya untuk mendorong program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai solusi di daerah-daerah yang sulit dijangkau, termasuk kampung-kampung dan pulau-pulau terpencil. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk memastikan seluruh desa dan dusun di Indonesia teraliri listrik pada akhir 2029, mencakup sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun. Sebelumnya, sepanjang tahun 2025, Program Lisdes telah berhasil melistriki 77.616 pelanggan di 1.516 lokasi, sementara program BPBL hingga akhir 2025 telah menjangkau 205.968 rumah tangga, menunjukkan progres signifikan dalam upaya pemerataan energi nasional.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.