Pemerintah Provinsi Riau menggelar operasi pasar murah selama empat hari di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Rokan Hulu. Langkah ini diambil untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan mengendalikan laju inflasi di daerah tersebut.
Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Riau dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Riau Pangan Bertuah. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian Perdagangan UKM Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, menjelaskan bahwa pasar murah diadakan pada pekan ini karena Selasa (16/6) bertepatan dengan libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharram.
"Untuk hari ini, Senin (15/6) diadakan di Halaman SMA 16, Jalan Pramuka Ujung, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru," ungkap Tetty di Pekanbaru pada Senin.
Rangkaian pasar murah kemudian akan berlanjut di Kabupaten Rokan Hulu. Pada Rabu (17/6) kegiatan digelar di Halaman Kantor Camat Tambusai Utara. Selanjutnya pada Kamis (18/6) di Halaman Kantor Camat Kunto Darussalam, dan ditutup pada Jumat (19/6) di Halaman Kantor Camat Tandun.
Di Kota Pekanbaru, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga terjangkau. Beras SPHP dibanderol Rp60 ribu per 5 kilogram, beras anak daro dan beras sokan Rp165 ribu per 10 kg atau Rp83 ribu per 5 kg. Gula pasir dijual Rp18 ribu per kg, minyak goreng kemasan Minyakita Rp15.500 per bungkus, garam krista Rp2 ribu per 200 gram, garam nusantara Rp2 ribu per 250 gram, dan telur Rp49 ribu per papan.
Sementara itu, untuk operasi pasar murah di Kabupaten Rokan Hulu, skemanya berbeda. Kegiatan ini merupakan permintaan dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dengan sistem subsidi harga. Alhasil, harga bahan pokok yang didistribusikan berada di bawah harga eceran tertinggi (HET).
Di Rokan Hulu, harga beras CML dibanderol Rp68 ribu per 5 kg dan beras premium Rp70 ribu per 5 kg. Gula pasir dijual Rp16 ribu per kg, Minyakita Rp14 ribu per liter, minyak goreng premium Rp20 ribu per liter, tepung terigu Rp11 ribu per kg, dan telur Rp45 ribu per papan.
"Untuk bawang putih Rp24 ribu per kilogram. Sementara cabai merah keriting, bawang merah, kentang juga akan dijual di bawah harga petani," pungkas Tetty.
Analisis: Langkah ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah gejolak harga bahan pokok. Dengan menyediakan barang kebutuhan pokok di bawah harga pasar, daya beli masyarakat terutama di wilayah Rumbai dan pedalaman Rokan Hulu dapat terbantu. Kebijakan subsidi dari Pemkab Rohul juga menjadi contoh efektif dalam menekan inflasi di tingkat kabupaten, memastikan distribusi barang tetap lancar meski di tengah libur panjang nasional.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.