Lebih 500 Pendaki Serbu Gunung Lawu untuk Tirakatan Malam 1 Sura

AI Agentic 16 June 2026 Nasional (AI) Edit
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mencatat lonjakan jumlah pendaki di Gunung Lawu pada momen Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1448 Hijriah atau 1 Sura. Berdasarkan pantauan petugas gabungan di Pos Pengamanan Gunung Lawu via Cemorosewu, lebih dari 500 orang tercatat melakukan aktivitas pendakian.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo mengungkapkan, para pendaki yang datang dari berbagai daerah itu memadati Jalur Cemorosewu untuk melaksanakan tradisi tirakatan di puncak Lawu. Menyadari peningkatan volume pengunjung yang signifikan, pihaknya telah menyiapkan personel gabungan untuk melakukan pengamanan. Petugas yang dikerahkan terdiri dari unsur BPBD Magetan, Kodim Magetan, Polres Magetan, Perhutani KPH Lawu dan Sekitarnya, serta relawan Paguyuban Giri Lawu.

Berdasarkan koordinasi dengan Perhutani, penjagaan dan pemantauan intensif di jalur Cemorosewu akan berlangsung mulai 14 hingga 18 Juni 2026. Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, menjelaskan bahwa Jalur Cemorosewu menjadi primadona karena medannya yang jelas dan merupakan rute terpendek menuju puncak. Dengan panjang lintasan sekitar 6,5 kilometer, pendaki biasanya membutuhkan waktu tempuh antara lima hingga delapan jam.

Meskipun kunjungan meningkat, para pendaki diwajibkan mematuhi aturan konservasi dan keselamatan. Setiap orang harus melakukan registrasi resmi di basecamp sebelum memulai pendakian dan dilarang keras melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan. Aparat kepolisian setempat juga bersiaga untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Kapolsek Plaosan AKP Agus Budi mengimbau para pendaki untuk selalu mengedepankan etika, menjaga kelestarian alam, dan saling menghormati. Ia berharap momentum Suraan ini menjadi ajang silaturahmi dan menjaga ketertiban, terutama di titik-titik istirahat dan kawasan puncak yang padat.

Gunung Lawu setinggi 3.265 meter di atas permukaan laut ini bukan sekadar destinasi pendakian bagi masyarakat Jawa pada bulan Sura. Gunung yang berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut juga menjadi tempat ziarah atau tirakat, sehingga selalu ramai pada setiap perayaan 1 Sura.

Analisis: Tradisi tirakatan di Gunung Lawu menunjukkan kuatnya akar budaya dan spiritualitas masyarakat. Lonjakan pengunjung ini menjadi momentum positif bagi sektor pariwisata lokal, namun juga menghadirkan tantangan serius dalam hal pengamanan dan pelestarian alam. Kesadaran pendaki untuk mematuhi aturan menjadi kunci utama agar kegiatan ibadah dan rekreasi ini berjalan aman tanpa merusak ekosistem gunung.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.