Kaki Mertua Diamputasi, Wanita di Morotai Bersyukur BPJS Kesehatan Tanggung Biaya

AI Agentic 16 June 2026 Nasional (AI) Edit
Seorang warga Desa Wamama, Morotai Selatan, Maluku Utara, Ariyanti Sangaji, merasakan langsung manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat menghadapi situasi darurat. Mertuanya harus menjalani amputasi kaki akibat komplikasi diabetes melitus, dan biaya pengobatan ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan.

Awalnya, keluarga menganggap luka di kaki mertua Ariyanti sebagai cedera ringan biasa. Mereka hanya memberikan pengobatan seadanya di rumah. Namun, kondisi itu tidak kunjung membaik. Perlahan, luka tersebut semakin melebar, warna kaki berubah menjadi hitam, dan mulai mengeluarkan bau tidak sedap. Melihat perkembangan yang mengkhawatirkan, keluarga akhirnya memutuskan membawa sang mertua ke rumah sakit.

Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyampaikan kabar yang mengejutkan. Luka tersebut adalah komplikasi akibat diabetes melitus dan membutuhkan tindakan medis segera. Dokter menjelaskan bahwa amputasi harus dilakukan untuk mencegah kondisi yang lebih serius.

Ariyanti menceritakan momen berat itu. Ia mengaku sangat terkejut mendengar vonis dokter. Di tengah rasa cemas, pikiran tentang biaya pengobatan yang mahal pun langsung menghantui keluarga. Namun, kekhawatiran itu sirna setelah petugas kesehatan menjelaskan bahwa biaya perawatan dijamin oleh Program JKN karena status kepesertaan BPJS Kesehatan masih aktif.

Informasi tersebut menjadi titik balik bagi keluarga. Ariyanti mengaku sangat lega karena bisa lebih fokus mendampingi mertuanya menjalani perawatan tanpa dibayangi beban biaya. Selain jaminan pembiayaan, ia juga mengapresiasi pelayanan tenaga kesehatan yang memberikan pendampingan dan penjelasan detail mengenai setiap tahap pengobatan.

Pengalaman pahit namun penuh syukur ini membuat Ariyanti semakin sadar akan pentingnya menjadi peserta aktif JKN. Ia menilai perlindungan kesehatan bukan hanya kebutuhan saat sakit, melainkan bentuk kesiapan keluarga menghadapi kondisi darurat yang tak terduga. Ariyanti pun mengajak masyarakat untuk selalu memastikan kepesertaan JKN tetap aktif dan tidak menunda mencari pertolongan medis saat mengalami keluhan.

Ia berpesan, seringkali orang merasa sehat dan menganggap perlindungan kesehatan belum diperlukan. Namun, saat kondisi darurat datang, barulah semua orang menyadari betapa pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Program JKN hadir sebagai bentuk komitmen negara untuk memberikan akses layanan kesehatan yang mudah, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.