Kemdiktisaintek dan Baznas Jajaki Kerja Sama Perluas Akses Pendidikan Tinggi
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI tengah menjajaki potensi kerja sama strategis untuk memperkuat akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Kolaborasi ini mencakup pengembangan program beasiswa, pemberdayaan masyarakat, hingga riset berbasis kampus.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengapresiasi komitmen Baznas dalam mendukung pembangunan pendidikan. Ia menekankan bahwa sinergi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK PT) melalui berbagai program pembiayaan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Brian menyatakan harapannya agar kolaborasi dengan Baznas dapat berjalan sinergis untuk meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia dan memajukan pendidikan tinggi. Dalam pertemuan tersebut, ia mengusulkan pengembangan skema beasiswa parsial. Skema ini ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga rentan yang belum memenuhi kriteria penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, sehingga lebih banyak mahasiswa dapat terbantu untuk melanjutkan studi.
Sementara itu, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa pendidikan menjadi prioritas utama lembaganya. Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini, kebijakan Baznas lebih menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat dibandingkan bantuan konsumtif. Sodik berkomitmen untuk mendistribusikan dan memberdayakan secara adil, proporsional, dan berdampak, serta mengalokasikan dana yang optimal untuk masa depan Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, memaparkan rancangan program beasiswa magister bagi mahasiswa Palestina untuk melanjutkan studi di Indonesia. Menurut Idy, program ini bertujuan mendorong mahasiswa asing berkuliah di Indonesia, yang sekaligus dapat meningkatkan indeks perguruan tinggi dalam negeri. Ia menambahkan bahwa fokus pada jenjang magister akan mempersiapkan sumber daya manusia Palestina untuk membangun kembali negaranya.
Kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi di bidang pemberdayaan masyarakat dan riset. Salah satu opsi yang ditawarkan adalah keterlibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik untuk mendukung program Baznas di daerah, seperti pengembangan energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, kerja sama riset berbasis kampus juga dijajaki untuk memperkuat dampak program pemberdayaan yang dijalankan Baznas.
Analisis: Kerja sama ini berpotensi memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang tidak terjangkau oleh KIP Kuliah. Skema beasiswa parsial dapat menjadi solusi untuk menjembatani kesenjangan pembiayaan pendidikan. Selain itu, kolaborasi riset dan KKN Tematik tidak hanya memberdayakan masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam menyelesaikan masalah sosial.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.