Nobar Piala Dunia 2026 Tembus 7.200 Titik, Menpora Erick Thohir Sebut Ekonomi Daerah Ikut Tergerak
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan bahwa kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga terbukti mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Antusiasme yang tinggi terlihat dari menjamurnya titik nobar yang tersebar di ribuan lokasi di seluruh Indonesia.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada Selasa, Erick Thohir menyampaikan apresiasinya terhadap semangat masyarakat yang sangat tinggi dalam mengikuti nobar. Ia mencontohkan, saat diundang oleh TVRI untuk menonton pertandingan antara Argentina melawan Austria, ia melihat langsung bagaimana kegiatan ini memberikan dampak positif.
"Saya sangat senang diundang TVRI untuk mengikuti nobar piala dunia ini. Kemenpora sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden yang memberikan hiburan untuk masyarakat. Saya yakin dengan adanya nobar, aktivitas ekonomi dapat tumbuh secara menyeluruh di berbagai tempat," ujar Menpora.
Berdasarkan data yang diperoleh dari TVRI, jumlah titik nobar saat ini telah mencapai 7.200 lokasi. Angka ini dinilai sebagai bukti nyata partisipasi masyarakat dan manfaat luas dari kegiatan tersebut. Menpora Erick menegaskan, Kemenpora telah meminta kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar para kepala daerah turut berupaya menyelenggarakan nobar yang mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya dengan melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Sekarang titik nobar sudah mencapai 7.200. Artinya ini sebuah kegiatan yang positif. Karena itu Kemenpora juga telah meminta kepada Kemendagri agar para kepala daerah berupaya menyelenggarakan kegiatan nobar yang mendukung pertumbuhan ekonomi dengan melibatkan UMKM," ujarnya.
Menpora Erick menambahkan bahwa olahraga telah terbukti menjadi salah satu sektor yang mampu menggerakkan roda ekonomi. Ia mencontohkan tingginya tingkat kehadiran penonton di stadion pada ajang Piala Dunia tahun ini yang mencapai 96,5 persen, yang berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi di daerah penyelenggara.
"Kalau Piala Dunia itu sesuatu yang luar biasa. Saya melihat tingkat kehadiran penonton di stadion bisa mencapai 96,5 persen. Kita bisa melihat bagaimana ekonomi di sekitar kegiatan olahraga ikut bergerak," kata Menpora.
Ke depannya, Menpora menyatakan akan terus mencari berbagai peluang kerja sama untuk memperluas akses masyarakat terhadap tayangan olahraga melalui televisi nasional. Salah satu upaya yang akan didorong adalah membuka peluang penayangan lebih banyak pertandingan olahraga, termasuk kompetisi nasional, melalui TVRI.
"Kemenpora tentunya akan mencari solusi. Siapa tahu kita bisa bekerja sama untuk menyiarkan pertandingan olahraga lebih banyak. Kita akan cari jalan juga agar pertandingan olahraga nasional bisa hadir di TVRI, kita cari sponsornya sama-sama," ujar Menpora.
Analisis singkat, keberadaan 7.200 titik nobar ini memberikan dampak berganda bagi perekonomian lokal. Mulai dari pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar lokasi nobar, pelaku UMKM yang menyediakan makanan dan minuman, hingga sektor transportasi yang ikut bergerak. Inisiatif ini tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi yang efektif, terutama bagi pelaku usaha kecil di daerah.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.