Kolaborasi Jadi Kunci RI Menuju Kemandirian Teknologi di 2045
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem digital nasional. Hal ini penting untuk mewujudkan target kemandirian teknologi Indonesia pada tahun 2045.
Dalam acara Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta Selatan, Nezar menjelaskan bahwa pihaknya telah mengeksplorasi delapan prioritas pembangunan ekosistem digital. Prioritas tersebut mencakup spektrum yang luas, mulai dari peningkatan nilai tambah industri telekomunikasi hingga peningkatan efisiensi biaya logistik nasional.
Menurut Nezar, Indonesia memiliki peluang besar dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap ekonomi digital ASEAN. Namun, ia mengingatkan bahwa besarnya pasar tersebut tidak otomatis menjadikan Indonesia sebagai kekuatan teknologi global.
Ia menilai masa depan ekonomi digital nasional sangat bergantung pada kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem yang saling terhubung. Hal ini meliputi infrastruktur, talenta, industri, hingga inovasi teknologi.
Pembangunan ekosistem digital menjadi bagian penting dari strategi Indonesia Digital 2045. Nezar menekankan bahwa tahap pembangunan yang dilakukan saat ini akan menentukan keberhasilan Indonesia mencapai tujuan kemandirian teknologi di masa mendatang.
Nezar menyatakan bahwa penguatan kolaborasi adalah kata kunci yang paling penting untuk diinternalisasi dan dieksekusi bersama. Ia juga mendorong Indonesia untuk belajar dari pengalaman India dalam membangun ekonomi digital, seperti sistem identitas digital Aadhaar dan sistem pembayaran digital UPI.
Menurutnya, infrastruktur publik digital yang inklusif mampu menjadi pendorong layanan keuangan sekaligus fondasi pertumbuhan ekonomi digital. Selain itu, Indonesia perlu memperkuat posisinya dalam rantai pasok global ekonomi digital, khususnya dalam pengembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI).
Nezar menambahkan bahwa setelah kekuatan ekosistem dibangun, perlu diperhatikan bagaimana kekuatan nasional dapat menembus rantai pasar global. Ia mengungkapkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai 105 miliar dolar AS pada 2025 dan berpotensi meningkat menjadi 260 miliar hingga 360 miliar dolar AS di masa mendatang.
Potensi tersebut, menurut Nezar, hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat di seluruh rantai nilai ekonomi digital nasional.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.