Mimpi Inggris Kembali ke Uni Eropa: Brussel Diprediksi Tak Akan Terima
Brussel dinilai tidak akan menyambut hangat rencana Inggris untuk kembali bergabung dengan Uni Eropa di bawah perdana menteri baru. Pandangan ini disampaikan oleh Andrew Roe-Crines, dosen senior bidang politik Inggris di Universitas Liverpool.
Menurut Roe-Crines, langkah awal yang kemungkinan akan diambil Partai Buruh adalah menyelaraskan kebijakan ekonomi dan sosial mereka dengan Uni Eropa. Hal ini dipandang sebagai fondasi untuk memulai proses kembali ke blok benua biru tersebut. "Ini merupakan awal dari upaya untuk kembali bergabung dengan Uni Eropa," ujarnya.
Namun, Roe-Crines menilai bahwa Brussel kemungkinan besar akan menolak upaya tersebut. Alasannya, Inggris dikenal sebagai mitra yang sulit selama masa keanggotaan sebelumnya dan akhirnya keluar tanpa rencana adaptasi yang matang. Ia juga menyoroti bahwa konsep Uni Eropa terlalu diromantisasi oleh sebagian kalangan di Inggris. Padahal, menurutnya, Uni Eropa adalah institusi yang sedang menghadapi banyak masalah, termasuk ketidakmampuan menjaga perbatasannya sendiri.
Pakar tersebut menambahkan bahwa kubu pro-Uni Eropa di Inggris kurang memahami besarnya penolakan terhadap kembalinya Inggris. Mereka seolah beranggapan bahwa keputusan sepenuhnya ada di tangan Inggris. "Hal ini mencerminkan sikap arogan yang mewarnai pandangan Uni Eropa serta pihak-pihak yang ingin mengikat Inggris pada institusi yang sedang tertekan ini," tegas Roe-Crines. Ia menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa masa depan Inggris jelas berada di luar Uni Eropa.
Analisis ini muncul di tengah situasi politik Inggris yang sedang tidak stabil. Perdana Menteri Keir Starmer sebelumnya mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Buruh pada 22 Juni, namun ia tetap menjabat sebagai perdana menteri hingga penggantinya terpilih. Proses pemilihan pemimpin baru dijadwalkan dimulai pada 9 Juli dan harus rampung sebelum parlemen kembali bersidang pada September mendatang.
Kekacauan di tubuh Partai Buruh ini dipicu oleh kegagalan partai dalam pemilihan daerah pada Mei lalu, yang mendorong sekitar 100 anggota parlemen mendesak pengunduran diri Starmer. Tekanan semakin besar setelah rival Starmer, Andy Burnham yang saat itu menjabat Wali Kota Manchester, berhasil memenangkan kursi parlemen pekan lalu.
Dampak bagi Masyarakat: Ketidakpastian politik di Inggris dan keraguan dari Uni Eropa ini dapat memperlambat pemulihan ekonomi pasca-Brexit. Masyarakat Inggris, terutama yang pro-Eropa, mungkin akan kecewa. Sementara itu, sektor bisnis yang bergantung pada hubungan dagang dengan Uni Eropa harus bersiap menghadapi ketidakjelasan kebijakan jangka panjang.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.