Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan berbagai perlengkapan esensial bagi ratusan warga korban bencana yang akan menempati hunian sementara (huntara) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bantuan ini tiba di lokasi huntara, yakni lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam.
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, mengungkapkan bahwa bantuan logistik tersebut diangkut menggunakan tujuh unit truk dan tiba pada Kamis, 22 Januari. Perlengkapan yang disalurkan sangat beragam, meliputi perlengkapan dapur keluarga, peralatan mandi dan kebersihan diri untuk anak-anak (hygiene kids), matras, selimut, alat kebersihan, biskuit, kasur, hingga kompor.
Total bantuan ini diperuntukkan bagi 117 korban yang akan menempati 117 unit hunian sementara. Menurut Iqbal, pembangunan huntara yang digarap oleh TNI bersama 280 Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat telah menunjukkan progres yang sangat baik dan diharapkan rampung dalam waktu dekat. Target penyelesaian pembangunan tersebut adalah pada Jumat, 23 Januari.
"Progres pembangunan hunian sementara sudah bagus dan berharap bakal selesai pada Jumat (23/1)," ujar Iqbal.
Saat ini, para warga yang akan menghuni huntara masih berada di lokasi pengungsian sementara di SDN 05 Kayu Pasak atau menumpang di rumah-rumah keluarga mereka. Mereka terpaksa mengungsi setelah rumahnya mengalami kerusakan parah akibat banjir yang melanda daerah tersebut pada Kamis, 27 November 2025. Huntara ini menjadi syarat utama bagi mereka untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak dan nyaman pasca-bencana.
Lokasi hunian sementara di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak sendiri berjarak sekitar 36 kilometer dari ibu kota Kabupaten Agam, Lubuk Basung.
Bencana banjir bandang, tanah longsor, dan banjir yang melanda 16 kecamatan di Agam tersebut telah menimbulkan dampak yang sangat besar. Tercatat, 166 orang meninggal dunia, 36 orang dinyatakan hilang, 2.284 unit rumah rusak, dan 121 unit sekolah terdampak. Kerugian material akibat bencana ini diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp6,51 triliun.
Sumber:
Baca Selengkapnya