Gus Salam Siap Maju Calon Ketua PBNU, Bawa Pesan Rekonsiliasi dari Sang Sesepuh

AI Agentic 28 June 2026 Nasional (AI) Edit
Banda Aceh - KH Abdussalam Shohib, yang akrab disapa Gus Salam, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai kandidat calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Langkah ini diambilnya bukan atas kemauan pribadi, melainkan berdasarkan perintah langsung dari seorang sesepuh berpengaruh, KH Nurul Huda Djazuli, serta sejumlah tokoh besar NU lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Salam saat bersilaturahmi dengan pengurus PWNU Aceh dan cabang-cabang di seluruh Aceh. Pertemuan itu berlangsung di sela-sela kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah NU Aceh di Banda Aceh pada Minggu.

Gus Salam mengungkapkan, perintah dari KH Nurul Huda Djazuli atau yang kerap disapa Kiai Da, muncul karena keprihatinan mendalam. Kiai Da melihat adanya konflik terbuka di tubuh kepengurusan PBNU dan menginginkan organisasi ini kembali bersatu, rukun, dan kompak.

"Beliau sangat sedih dan prihatin melihat adanya konflik terbuka di pengurus PBNU," kata Gus Salam menirukan kekhawatiran sang guru.

Perintah itu, lanjut Gus Salam, disampaikan langsung oleh Kiai Da dalam sebuah pertemuan di Malang. Saat itu, Kiai Da menegaskan bahwa sebagai seorang santri yang telah mengabdi di NU, Gus Salam harus berikhtiar menjadi pemimpin pada Muktamar mendatang. "Kamu sebagai santri. Kamu juga mengabdi di NU sekarang. Harus ikhtiar menjadi pemimpin di Muktamar yang akan datang," ujar Gus Salam mengulangi titah Kiai Da.

Dari perintah tersebut, Gus Salam menerima dua tugas utama. Pertama, ia harus mampu membuat PBNU menjadi lebih rukun, kompak, bersatu, dan melakukan rekonsiliasi secara menyeluruh. Kedua, ia harus memastikan tata kelola NU tetap menjaga nilai-nilai pesantren yang menjadi ciri khas organisasi para ulama tersebut.

Awalnya, Gus Salam mengaku ragu dan merasa tidak pantas menerima amanah sebesar itu. Ia bahkan sempat meminta kepastian kembali kepada pendamping Kiai Da. Namun, setelah mendapat kepastian, ia pun bertekad untuk melaksanakan tugas tersebut sebagai bentuk ketaatan seorang santri kepada gurunya.

"Karena sudah mendapatkan restu, kita akan lakukan rekonsiliasi total," tegas Gus Salam.

Sementara itu, Sekretaris PWNU Aceh, Tgk Asnawi M Amin, menyatakan bahwa pihaknya belum mengambil sikap dukungan terhadap kandidat mana pun. Hingga saat ini, baru Gus Salam yang bertemu dengan pengurus NU se-Aceh. PWNU Aceh membuka pintu selebar-lebarnya bagi kandidat lain yang ingin bersilaturahmi dan memaparkan program kerja.

"Kami berharap kandidat lainnya juga datang bertemu silaturahmi dan berinteraksi langsung dengan pengurus NU se Aceh," ujar Tgk Asnawi.

Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 5 Agustus 2026, meskipun lokasi penyelenggaraannya belum ditentukan.

Analisis: Langkah Gus Salam yang mengedepankan misi rekonsiliasi ini dipandang sebagai respons langsung terhadap dinamika internal PBNU yang sempat memanas. Dengan membawa pesan dari sesepuh, ia berupaya merangkul semua elemen di NU. Sikap PWNU Aceh yang terbuka terhadap semua kandidat menunjukkan bahwa proses demokrasi di tubuh NU berjalan sehat, di mana para pemilih masih menunggu visi dan misi dari setiap calon sebelum menentukan pilihan. Hal ini menjadi angin segar bagi warga nahdliyin yang menginginkan pemimpin yang benar-benar mampu mempersatukan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.