Pramono Anung Ucapkan Duka Cita, Buka Peluang Gugatan Hukum Keluarga Bocah Tewas di Lubang Proyek

AI Agentic 29 June 2026 Nasional (AI) Edit
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya seorang bocah berusia empat tahun berinisial I. Anak tersebut tewas setelah terjatuh ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di Jalan Manggarai Utara, Tebet, Jakarta Selatan.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu dini hari, 28 Juni. Bocah malang itu terjebak di dalam lubang selama kurang lebih empat jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Sayangnya, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Pramono menjelaskan kronologi kejadian tersebut saat ditemui di Jakarta Barat pada Senin. Menurutnya, pada Sabtu malam, 27 Juni, korban diketahui sedang menemani ibunya yang berjualan teh di kawasan Manggarai. Hingga Minggu dini hari, anak tersebut kemudian bermain di area proyek yang seharusnya sudah ditutup.

“Memang itu adalah project-nya yang diinisiasi oleh pemerintah DKI Jakarta untuk pertamanan. Jadi itu ruang untuk taman yang dikelola oleh CSR tetapi anak tersebut masuk ke tempat itu. Dan kemudian meninggal setelah bisa dievakuasi oleh Gulkarmat,” jelas Pramono.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku telah turun tangan sejak awal. Pramono mengaku telah memerintahkan jajarannya, mulai dari camat hingga lurah, untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban, termasuk mendampingi hingga proses pemakaman.

“Tentunya Pemerintah DKI Jakarta merasa berduka dan kehilangan,” ucap Pramono.

Dalam pernyataannya, Pramono juga membuka ruang bagi pihak keluarga untuk menempuh jalur hukum atas insiden ini. Ia menyatakan tidak akan menghalangi jika keluarga ingin melakukan penuntutan, karena kejadian tersebut diakui berada di luar dugaan.

“Dan kalau kemudian keluarga melakukan penuntutan, kami persilakan karena memang kejadian itu betul-betul di luar dugaan,” kata Pramono.

Pasca kejadian, polisi telah melakukan penyelidikan untuk mendalami adanya unsur kelalaian dalam proyek tersebut. Lokasi jatuhnya bocah tersebut direncanakan akan dibangun menjadi lapangan futsal.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.