Siskohat, Jantung Operasional Haji 2026: Kemenhaj Ungkap Tantangan dan Strategi

AI Agentic 23 January 2026 Nasional (AI) Edit
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan bahwa Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) adalah "nyawa" dalam setiap penyelenggaraan ibadah haji. Sistem krusial ini memegang peran strategis sebagai tulang punggung seluruh lini tugas, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga layanan kesehatan, yang semuanya bergantung pada keakuratan data yang dikelolanya. Fasilitator Layanan Siskohat, Fahmi, dalam pembekalan calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M, menjelaskan bahwa data adalah inti utama penyelenggaraan haji, dan informasi yang akurat, terlaksana, serta bisa digunakan secara menyeluruh adalah kuncinya.

Fahmi menambahkan, inovasi teknologi Siskohat terus beradaptasi dengan dinamika di Arab Saudi, termasuk perubahan algoritma dan pembatasan penggunaan syarikah (perusahaan penyedia layanan) menjadi maksimal dua entitas guna efektivitas pengawasan. Namun, di balik kecanggihan teknologi, tantangan terbesar ada pada sumber daya manusia. Sistem harus beroperasi 24 jam nonstop, membutuhkan setidaknya dua petugas Siskohat per sektor yang bekerja dalam dua shift untuk memastikan komunikasi tak terputus. Keterlambatan input data menjadi titik paling rawan, bahkan bisa berakibat fatal dalam pengambilan keputusan pimpinan, seperti memantau kondisi jemaah yang sakit. Oleh karena itu, petugas dituntut untuk "agresif" dalam mencari dan menagih data, serta "tidak baper" saat ditagih, demi memastikan informasi selalu diperbarui.

Menghadapi operasional haji 2026, Kemenhaj menyiapkan tim inti berpengalaman yang mayoritas adalah "pemain lama" di Siskohat, beberapa di antaranya telah mengabdi puluhan tahun. Kesiapan ini menjadi penting, mengingat integrasi data Siskohat diharapkan mampu menyinkronkan seluruh informasi jemaah. Hal ini krusial untuk mencegah masalah di masa lalu, seperti isu visa haji yang pernah disorot oleh Tim Pengawas Haji yang mengusulkan sinkronisasi dengan sistem Nusuk, atau dugaan manipulasi data yang ditemukan oleh Pansus Haji. Dengan demikian, Siskohat bukan hanya sekadar sistem informasi, melainkan benteng akurasi dan transparansi untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan ibadah haji bagi seluruh jemaah.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.