Menkop: Aduan Lokasi Kopdes Kurang Ideal Hanya Segelintir dari Ribuan Unit
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa keluhan terkait lokasi Koperasi Desa atau Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang dianggap kurang ideal jumlahnya sangat kecil. Dari total sekitar 20 ribu unit yang tengah dibangun pemerintah, aduan yang masuk tercatat kurang dari 10 laporan.
Pernyataan ini disampaikan Ferry dalam jumpa pers di Jakarta pada Kamis, menanggapi viralnya sejumlah video di media sosial yang menyoroti beberapa titik pembangunan Kopdes. Dalam unggahan tersebut, beberapa koperasi dinilai berada di lokasi yang kurang strategis, seperti di lereng perbukitan, menghadap area persawahan, berdampingan dengan koperasi lain, hingga berada di dekat area pemakaman.
"Saya sudah hitung dari semua masukan masyarakat atau yang ada di media sosial, jumlahnya kurang dari 10 dari 30 ribu yang sedang dibangun," ujar Ferry.
Menurutnya, temuan tersebut hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan program sehingga tidak dapat dijadikan gambaran umum pelaksanaan pembangunan Kopdes Merah Putih. Meski demikian, pemerintah tetap akan menindaklanjuti setiap laporan melalui proses verifikasi dan validasi sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Ferry menjelaskan bahwa penentuan lokasi Kopdes sejak awal merupakan hasil musyawarah antara masyarakat desa dan pemerintah desa. Apabila setelah diverifikasi lokasi tersebut dinilai kurang sesuai, pemerintah akan kembali berkoordinasi dengan masyarakat dan kepala desa untuk mencari solusi terbaik.
"Kami akan pikirkan, kami akan carikan solusinya sekiranya memang itu dianggap kurang," katanya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan relokasi, Ferry menyebut pemerintah belum mengambil keputusan dan masih menunggu hasil verifikasi bersama kementerian, lembaga terkait, serta pemerintah daerah. Ia menegaskan proses tersebut akan melibatkan musyawarah kembali dengan warga desa dan kepala desa.
Di sisi lain, progres pembangunan Kopdes Merah Putih terus berjalan. Berdasarkan data dashboard Simkopdes per 2 Juli 2026, dari 35 ribu lokasi yang terverifikasi, sebanyak 20 ribu unit saat ini sedang memasuki tahap pembangunan. Sementara itu, sekitar 14 ribu Kopdes lainnya telah rampung seratus persen.
Analisis: Minimnya jumlah aduan dibanding total unit yang dibangun menunjukkan bahwa mayoritas lokasi Kopdes telah disetujui oleh masyarakat setempat. Namun, pemerintah tetap perlu melakukan verifikasi ketat terhadap setiap keluhan agar program ini berjalan tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi warga desa. Koordinasi dengan kepala desa menjadi kunci untuk memastikan keberadaan koperasi tidak hanya strategis secara geografis, tetapi juga efektif dalam mendorong perekonomian lokal.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.