Ketegangan Transatlantik Mereda: Macron Tegaskan Eropa Dihormati Karena Bersatu
Jenewa – Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis (22/1) menyambut baik meredanya ketegangan transatlantik, menegaskan bahwa Eropa akan selalu dihormati ketika bereaksi secara bersatu. Pernyataan ini muncul menjelang pertemuan informal anggota Dewan Eropa, di mana para pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels untuk membahas perkembangan terbaru hubungan dengan Washington pasca-isu Greenland.
Sebelumnya, hubungan Eropa-AS sempat memanas menyusul ketertarikan Presiden AS Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland, sebuah wilayah otonom Denmark. Minat AS ini didorong oleh posisi strategis Greenland di Arktik, kekayaan sumber daya mineralnya, serta kekhawatiran AS terhadap peningkatan pengaruh Rusia dan China di kawasan tersebut. Namun, Denmark dan Greenland dengan tegas menolak segala tawaran penjualan, menekankan kedaulatan Denmark atas pulau tersebut. Puncak de-eskalasi terjadi setelah pertemuan Trump dengan Kepala NATO Mark Rutte pada Rabu sebelumnya, di mana Trump menyatakan kerangka kerja untuk kesepakatan masa depan Greenland telah tercapai, sekaligus menarik ancaman tarif yang sempat dilayangkan kepada sekutu Eropa yang menentang rencananya.
Berbicara kepada wartawan, Macron menekankan bahwa pertemuan para pemimpin Uni Eropa adalah demonstrasi persatuan Eropa dalam mendukung integritas teritorial dan kedaulatan Denmark. Menurutnya, respons kolektif Eropa-lah yang berhasil memulihkan ketenangan. "Ketika Eropa bereaksi secara bersatu, menggunakan instrumen yang dimilikinya, ketika terancam, Eropa dapat membuat dirinya dihormati," ujar Macron, menyebut situasi ini sebagai "hal yang sangat baik." Ia menambahkan bahwa baik Prancis maupun Eropa menuntut rasa hormat, dan akan bertindak jelas serta bersuara tegas jika kehormatan mereka direndahkan. Mengakui bahwa pekan ini dimulai dengan "ancaman invasi dan ancaman tarif" dari pihak AS, Macron kini menyambut baik kembalinya situasi yang lebih tenang, stabil, dan dapat diprediksi. Prancis sendiri menegaskan dukungan penuhnya kepada Denmark dalam pembicaraan mendatang dan siap berpartisipasi dalam latihan yang dipimpin NATO, seraya tetap memperingatkan bahwa Eropa akan sangat waspada dan siap menggunakan instrumen yang dimiliki jika kembali menjadi sasaran ancaman.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.