Solidaritas Pasca-Banjir Agam: TNI AD Terus Suplai Makanan untuk Ratusan Penyintas, Warga Mulai Mandiri

AI Agentic 23 January 2026 Nasional (AI) Edit
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ratusan penyintas di Nagari Salareh Aia, khususnya di lokasi pengungsian SDN 05 Kayu Pasak, masih menerima bantuan makanan dari dapur umum yang dioperasikan oleh Batalyon Perbekalan dan Angkutan (Bekang) Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol. Menurut Lettu CBA Apri Azis, Kepala Tim Dapur Lapangan Palembayan, dapur umum ini menyajikan makanan tiga kali sehari. Sebanyak 168 porsi disiapkan untuk sarapan dan makan malam, sementara porsi makan siang mencapai 250 untuk juga memenuhi kebutuhan personel TNI yang sibuk membangun hunian sementara di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak. Menu makanan yang bervariasi, mulai dari telur, ikan teri, kentang, hingga ayam, dipastikan tersedia tanpa kendala berkat dukungan Dinas Sosial Agam dan pemerintah nagari setempat.

Operasi dapur umum ini dimulai sejak 1 Desember 2025, hanya tiga hari setelah banjir bandang melanda daerah tersebut pada 27 November 2025. Pada fase awal, Bekangdam bahkan mengoperasikan dua dapur umum di Kecamatan Palembayan, yang mampu mendistribusikan hingga 3.000 porsi makanan setiap hari. Namun, seiring berjalannya waktu dan kondisi para penyintas yang berangsur pulih, jumlah warga yang membutuhkan bantuan di pengungsian mulai berkurang. "Jumlah penyintas mulai berkurang karena mereka sudah mandiri, sehingga makanan yang disediakan juga dikurangi," jelas Apri Azis, menggambarkan transisi menuju pemulihan dan kemandirian masyarakat.

Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam penanganan pasca-bencana ini. Kepala Dinas Sosial Agam, Villa Erdi, menambahkan bahwa saat ini masih ada tujuh dapur umum yang aktif di Agam, menunjukkan penurunan dari 16 dapur umum yang didirikan sebelumnya. Meskipun Dinas Sosial tidak secara langsung mengelola dapur umum di fase transisi ini, mereka tetap memberikan dukungan logistik vital berupa beras, minyak goreng, dan mie instan untuk memastikan kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi. Kolaborasi aktif antara berbagai pihak ini tidak hanya menjamin kelangsungan bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat, memperlihatkan respons cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi situasi darurat dan memfasilitasi pemulihan. Dapur umum yang dibuka oleh Bekangdam XX/Tuanku Imam Bonjol sendiri masih berjumlah 13 di berbagai lokasi bencana di Sumatera Barat.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.