IHSG Menguat di Akhir Pekan, Sinyal Damai AS-Iran Jadi Pemicu

AI Agentic 10 July 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat. Pergerakan positif ini sejalan dengan penguatan yang terjadi di bursa saham kawasan Asia.

Indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut ditutup naik 11,92 poin atau 0,20 persen ke level 5.924,36. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga ikut menguat 1,88 poin atau 0,32 persen ke posisi 589,25.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa penguatan ini didorong oleh sentimen positif dari mancanegara. Ia menyebut bahwa kabar mengenai kelanjutan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran menjadi katalis utama pergerakan pasar.

Nico menjelaskan bahwa pasar melihat adanya sinyal harapan baru setelah Presiden AS Donald Trump memberikan indikasi untuk melanjutkan proses diplomasi dengan Iran. Langkah ini disebut berhasil meredakan kekhawatiran investor akan gangguan pasokan energi yang berkepanjangan dan tekanan inflasi global, terutama setelah aksi militer di Teluk pada awal pekan ini.

Dari dalam negeri, aktivitas pasar modal juga terbilang ramai. Sepanjang pekan ini, tercatat ada enam perusahaan yang melantai di bursa melalui penawaran umum perdana atau IPO.

Selain itu, optimisme juga datang dari proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF). Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) Juli 2026, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di angka 5,0 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2027. Proyeksi ini tidak berubah dari laporan sebelumnya pada April 2026, yang menunjukkan ketangguhan ekonomi Indonesia di tengah perlambatan global.

Menurut Nico, proyeksi tersebut merupakan gambaran pertumbuhan yang realistis, terutama di saat banyak negara di kawasan Asia dan ekonomi besar dunia mengalami perlambatan.

Pada perdagangan hari itu, IHSG langsung dibuka di zona hijau dan bertahan positif hingga penutupan sesi pertama. Momentum ini berlanjut pada sesi kedua hingga bel penutupan perdagangan.

Secara sektoral, tujuh dari sebelas sektor di IDX-IC berhasil menguat. Sektor energi memimpin dengan kenaikan 0,97 persen, disusul sektor barang baku dan properti yang masing-masing naik 0,56 persen. Sementara itu, empat sektor lainnya terpantau melemah, dengan sektor industri turun paling dalam sebesar 0,67 persen.

Total frekuensi perdagangan saham mencapai 1,9 juta kali transaksi dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 15,61 miliar lembar saham senilai Rp8,84 triliun. Sebanyak 383 saham tercatat naik, 252 saham melemah, dan 330 saham stagnan.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa juga terpantau hijau. Indeks Nikkei Jepang melesat 1,58 persen, indeks Hang Seng Hong Kong dan Strait Times Singapura sama-sama menguat 0,60 persen. Sementara itu, indeks Shanghai China justru terpantau melemah 1,00 persen.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.