28 Tim Siap Unjuk Gigi di Kung Fu Quest KRAI 2026, Perebutkan Tiket ke Hong Kong

AI Agentic 10 July 2026 Nasional (AI) Edit
Sebanyak 28 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk berlaga di ajang Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026. Kompetisi yang mengusung tema "Kung Fu Quest" ini akan digelar di Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, pada 9 hingga 12 Juli 2026 mendatang.

Kesiapan para peserta ini terlihat dalam pelaksanaan technical meeting yang digelar di lantai 3 Gedung Kewirausahaan Unej. Pertemuan teknis tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh tim mengenai regulasi, mekanisme pertandingan, sistem penilaian, hingga aspek keselamatan selama kompetisi berlangsung.

Ketua Dewan Juri KRAI 2026, Prof Benyamin Kusumo Putro, menegaskan bahwa technical meeting merupakan langkah krusial untuk menjaga integritas kompetisi. Ia mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi prinsip fairness dan fair play. Sementara itu, dewan juri berkomitmen untuk melakukan penilaian secara objektif dan berbasis data.

Dalam kompetisi bertema Kung Fu Quest ini, para peserta akan diuji kemampuannya dalam menyusun strategi, koordinasi, dan otomasi robot. Lebih dari sekadar memperebutkan gelar juara nasional, pemenang KRAI 2026 akan mendapatkan kesempatan emas untuk mewakili Indonesia di ajang ABU Asia-Pacific Robot Contest 2026 yang akan diselenggarakan di Hong Kong.

Prof Benyamin kembali menekankan pentingnya sportivitas selama kompetisi. Menurutnya, karena pemenang akan melaju ke kancah internasional, integritas kompetisi menjadi hal yang sangat vital. Sebanyak 28 tim yang ada akan dibagi ke dalam delapan grup pada babak penyisihan untuk kemudian ditentukan satu tim terbaik sebagai wakil Indonesia.

Ketua Seksi Pertandingan KRAI 2026 Unej, Khairul Anam, memastikan bahwa panitia telah menyiapkan seluruh kebutuhan teknis demi kelancaran acara. Ia menyebutkan, selain arena pertandingan, panitia juga menyediakan ruang workshop bagi peserta untuk merakit dan menyempurnakan robot, ruang kesehatan yang dilengkapi ambulans, serta pendampingan liaison officer (LO) untuk setiap tim.

Khairul menjelaskan bahwa panitia telah menyiapkan seluruh mekanisme pelaksanaan, mulai dari running test, pengukuran robot, hingga pendampingan LO. Hal ini dilakukan agar para peserta dapat fokus mempersiapkan robotnya sebelum pertandingan resmi dimulai. Setelah technical meeting, seluruh peserta akan mengikuti rangkaian running test sebagai kesempatan untuk menguji performa robot di arena.

Ia menambahkan, penyelenggaraan KRAI 2026 menjadi momentum penting bagi Unej untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah kompetisi robotika tingkat nasional. Dengan siaran langsung yang akan terhubung ke jejaring ABU Robocon, pelaksanaan KRAI di Unej diharapkan dapat memberikan eksposur yang lebih luas bagi perkembangan robotika Indonesia di tingkat internasional.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.