Korban Luka Kebakaran Restoran di Bangkok Melonjak Jadi 72 Orang, 45 Masih Hilang
Jumlah korban luka akibat kebakaran hebat yang melanda sebuah restoran di Bangkok, Thailand, kembali bertambah. Pusat Bantuan dan Koordinasi Administrasi Kota Bangkok pada Senin melaporkan bahwa kini tercatat 72 orang mengalami luka-luka, sementara 45 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Dari total korban luka tersebut, sebanyak 25 orang berada dalam kondisi serius. Sebelumnya, media setempat sempat melaporkan angka 63 orang terluka dengan 22 di antaranya dalam kondisi kritis. Peristiwa nahas ini terjadi di restoran bir Rong Beer Na Lat Phrao, sebuah tempat hiburan yang memiliki izin untuk pertunjukan musik langsung.
Otoritas setempat masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Salah satu fokus penyelidikan adalah dugaan bahwa salah satu dari dua pintu keluar darurat yang tersedia di lokasi tersebut terhalang saat api mulai berkobar. Kondisi ini diduga menjadi faktor yang memperparah jatuhnya korban.
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengungkapkan bahwa sebagian besar korban meninggal dunia akibat menghirup asap. Ia menjelaskan kronologi kejadian berawal dari asap yang muncul dari pemutus sirkuit di dekat panggung, yang kemudian diikuti oleh pemadaman listrik dan ledakan. Dalam kepanikan, banyak pengunjung yang berlari ke arah belakang menuju toilet yang ternyata tidak memiliki jalan keluar.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan bahwa tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam musibah kebakaran di kawasan Lat Phrao, Bangkok tersebut. Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dan kepatuhan terhadap standar proteksi kebakaran di tempat-tempat hiburan umum.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.