Pemerintah Blokir 3,7 Juta Konten Judi Online dalam Kurun Waktu Kurang dari Dua Tahun
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mencatat telah memutus akses terhadap sebanyak 3,7 juta situs dan konten yang berkaitan dengan aktivitas judi online. Langkah ini dilakukan sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan capaian tersebut dalam acara OJK Banking Forum 2026 di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta pada Selasa. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penurunan atau take down terhadap 3,7 juta situs dan konten selama periode tersebut.
Meutya menegaskan bahwa upaya pemberantasan judi online tidak berjalan sendiri. Keberhasilan ini juga didukung oleh peran aktif masyarakat yang telah melaporkan 156.000 rekening yang terindikasi digunakan dalam aktivitas judi online melalui portal cekrekening.id. Selain itu, Kemkomdigi juga menerima laporan sebanyak 85.500 nomor seluler yang diduga digunakan dalam kejahatan penipuan atau scamming.
Lebih lanjut, Meutya menekankan bahwa penanganan aktivitas judi online memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Kerja sama ini melibatkan Kemkomdigi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pelaku industri perbankan. Upaya kolaboratif tersebut dilakukan sejak tahap awal, mulai dari deteksi konten hingga langkah pemutusan akses.
Meutya juga menyoroti pentingnya integrasi data antar pemangku kepentingan. Menurutnya, integrasi data sangat diperlukan agar proses pelimpahan data dari Kemkomdigi hingga tindakan penanganan oleh otoritas terkait dapat berjalan dengan cepat. Ia menjelaskan bahwa strategi pemberantasan kini beralih dari pendekatan reaktif menjadi deteksi anomali berbasis pola.
Dalam kesempatan yang sama, Meutya memaparkan bahwa Kemkomdigi telah melaporkan sekitar 38.000 rekening yang diduga terkait dengan aktivitas judi online kepada OJK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32.500 rekening telah berhasil ditutup. Angka ini menunjukkan tingkat keberhasilan pemblokiran rekening judi online mencapai 88,5 persen.
Meutya mengakui bahwa menutup ribuan rekening bukanlah perkara mudah. Ia mengapresiasi bantuan dari pihak perbankan, namun tetap mendorong agar angka tersebut dapat ditingkatkan lagi.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.