PLN Catat Rasio Desa Berlistrik di Kalselteng Tembus 93,17 Persen

AI Agentic 15 July 2026 Nasional (AI) Edit
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) mencatatkan pencapaian positif pada paruh pertama tahun 2026. Hingga semester I 2026, rasio desa berlistrik di wilayah kerja perusahaan telah mencapai angka 93,17 persen.

Capaian ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan listrik dan mewujudkan pemerataan akses energi bagi masyarakat, termasuk di daerah pelosok. General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyampaikan hal tersebut saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Rabu.

Dari total 3.587 desa yang tersebar di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, PLN telah berhasil menghadirkan layanan listrik di 3.342 desa. Kehadiran listrik ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Jika dirinci, rasio desa berlistrik di Kalimantan Selatan telah mencapai angka yang sangat menggembirakan, yaitu 99,45 persen. Sementara itu, di Kalimantan Tengah, rasio tersebut berada di angka 85,11 persen. Karakteristik wilayah yang beragam di kedua provinsi mendorong PLN untuk terus menghadirkan berbagai pendekatan agar semakin banyak desa dapat menikmati akses listrik.

Iwan menegaskan bahwa pemerataan akses listrik merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan mendukung kemajuan daerah. Menurutnya, listrik bukan hanya sekadar penerangan, melainkan juga membuka peluang bagi masyarakat untuk belajar, berusaha, memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik, serta mengembangkan potensi ekonomi di daerahnya. PLN berkomitmen untuk terus memperluas akses listrik agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak orang.

Setiap desa yang berhasil dialiri listrik menjadi langkah nyata dalam mendorong pemerataan pembangunan. Kehadiran listrik membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat desa. Iwan menambahkan, perusahaan ingin setiap desa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Dengan hadirnya listrik, masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan lebih produktif dan membuka peluang baru yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan.

Untuk mempercepat pencapaian target, PLN UID Kalselteng terus memperluas akses listrik bagi desa-desa yang belum berlistrik melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan. Upaya ini memanfaatkan Program Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat pemerataan akses energi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

PLN optimistis melalui dukungan program ABT Kementerian ESDM, semakin banyak desa dapat segera menikmati listrik. Perusahaan akan terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat listrik dapat dirasakan lebih luas. Hal ini diyakini akan menjadi penggerak pembangunan dan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok daerah.

Analisis: Capaian rasio desa berlistrik sebesar 93,17 persen ini menunjukkan progres signifikan dalam pemerataan infrastruktur energi di Kalimantan. Meskipun Kalimantan Tengah masih memiliki pekerjaan rumah yang lebih besar dibandingkan Kalimantan Selatan, komitmen PLN untuk terus membangun infrastruktur kelistrikan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedesaan. Keberhasilan program ini menjadi kunci untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.