Tragedi di Tengah Banjir Jakarta: Pengemudi Meregang Nyawa di Kemacetan, Gubernur Perintahkan Investigasi Menyeluruh
Jakarta berduka atas insiden tragis yang menimpa seorang pengemudi mobil di tengah kemacetan parah akibat banjir pada Kamis (22/1). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa ini, menekankan keprihatinan pemerintah kota terhadap dampak cuaca ekstrem. "Innalillahi wa innaillaihi raji'un. Terus terang saya berduka untuk itu," ujar Gubernur Pramono di Jakarta Utara, Jumat. Ia segera memerintahkan Dinas Kesehatan untuk mendata dan menyelidiki secara detail penyebab kematian korban. Insiden ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi Jakarta setiap musim hujan, memicu mobilisasi seluruh jajaran pemerintah kota—mulai dari Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Komunikasi dan Informatika—untuk bersama-sama mengatasi banjir dan kemacetan. Kebijakan Work From Home (WFH) dan School From Home (SFH) pun diberlakukan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.
Korban diketahui berinisial AR (51), ditemukan tak bernyawa dalam mobilnya di Jalan Layang (Flyover) Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Kamis siang. Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, menjelaskan bahwa sekitar pukul 13.00 WIB, seorang saksi melihat mobil korban tiba-tiba berhenti di tengah jalan dan segera melaporkannya kepada petugas Satlantas. Saat petugas tiba dan mencoba membantu mendorong mobil, mereka mendapati rem tangan aktif dan korban tidak merespons saat kaca mobil diketuk. Setelah pintu mobil berhasil dibuka, korban ditemukan tertunduk di depan kemudi dengan denyut nadi yang sudah tidak berdetak. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini menyoroti kerentanan Jakarta terhadap banjir dan kemacetan, yang bukan hanya menimbulkan kerugian ekonomi akibat terhentinya aktivitas seperti operasional Transjakarta di tiga area, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan jiwa. Antisipasi cuaca ekstrem terus dilakukan Pemprov DKI melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 27 Januari, mengingat potensi hujan sangat lebat yang diperkirakan akan mengguyur ibu kota dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah kota juga memaksimalkan fungsi pompa air di berbagai titik untuk mempercepat surutnya genangan. Tragedi meninggalnya pengemudi ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, serta perlunya adaptasi masyarakat agar terhindar dari risiko fatal di tengah kondisi darurat.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.