Waspada Kontak CS Palsu Mengatasnamakan Orderkuota, Ini Ciri-Cirinya
Jakarta - Manajemen aplikasi Orderkuota mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap maraknya kontak layanan pelanggan atau Customer Service (CS) palsu yang mengatasnamakan perusahaan. Kontak ilegal tersebut diketahui beredar luas di mesin pencari seperti Google, termasuk muncul pada fitur Google AI Overview.
Pihak Orderkuota menegaskan bahwa seluruh nomor WhatsApp yang mengatasnamakan CS Orderkuota di internet adalah tidak benar dan berpotensi merugikan masyarakat. Tindakan oknum yang mencatut nama perusahaan ini dinilai sangat meresahkan dan telah memakan korban.
Tim Legal Orderkuota, Aprillya, di Jakarta, Selasa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari pengguna yang menjadi korban maupun hampir terjerat modus penipuan. Para korban ini biasanya menghubungi nomor palsu yang muncul di hasil pencarian internet, bukan melalui kanal resmi perusahaan.
"Kami menegaskan bahwa Orderkuota tidak menyediakan layanan Customer Service melalui nomor WhatsApp pribadi maupun nomor WhatsApp yang beredar di luar kanal resmi perusahaan," ujar Aprillya.
Penyebaran informasi menyesatkan ini dinilai tidak hanya merusak reputasi platform, tetapi juga mengancam keamanan data pribadi hingga menimbulkan kerugian finansial bagi pengguna. Perusahaan memastikan tidak akan menoleransi segala bentuk penyalahgunaan merek dan terus mengambil langkah tegas untuk melindungi seluruh pengguna serta mitra.
Jalur pengaduan resmi hanya dapat dilakukan melalui aplikasi. Masyarakat dan para mitra diminta untuk tidak lagi mencari kontak bantuan Orderkuota melalui mesin pencari di internet guna menghindari risiko penipuan maupun pencurian data atau phishing.
Aprillya juga memberikan batasan penting yang wajib diketahui pengguna saat berinteraksi dengan tim dukungan resmi. Pihak CS Orderkuota dipastikan tidak akan pernah meminta data pribadi yang bersifat rahasia dalam kondisi apa pun. Data sensitif yang haram diberikan kepada siapa pun meliputi PIN transaksi, kode OTP, password atau kata sandi akun, kode verifikasi, akses login akun, dan data keamanan rahasia lainnya.
Selain itu, CS resmi Orderkuota juga tidak pernah menginstruksikan pengguna untuk mengalihkan dana atau mentransfer uang ke rekening pribadi dengan alasan apa pun. Jika ada pihak yang meminta informasi tersebut, pengguna diminta langsung menghentikan komunikasi karena itu merupakan indikasi kuat upaya penipuan.
Dalam menanggapi ancaman penipuan digital ini, Orderkuota kini menempuh langkah mitigasi secara komprehensif. Selain menggenjot edukasi keamanan di media sosial dan aplikasi, perusahaan aktif mengumpulkan bukti serta menyisir akun, nomor, maupun tautan liar di internet yang mengatasnamakan Orderkuota tanpa izin. Penertiban ini meliputi pelaporan resmi kepada pengelola platform digital terkait serta kanal pemerintah yang menangani konten digital merugikan masyarakat.
Di saat yang sama, Orderkuota terus memperkuat kehadiran informasi resminya di mesin pencari agar pengguna memperoleh referensi yang benar. "Kami mengimbau seluruh pengguna dan mitra setia untuk selalu mengedepankan verifikasi mandiri di dalam aplikasi sebelum mempercayai informasi bantuan dari luar. Keamanan transaksi dan perlindungan data pengguna tetap menjadi prioritas utama kami," kata Aprillya.
Langkah tegas ini menjadi penting mengingat maraknya modus penipuan digital yang menyasar pengguna aplikasi. Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat semakin kritis dan tidak mudah tergiur dengan kontak bantuan yang tidak jelas sumbernya, serta selalu memprioritaskan keamanan data pribadi mereka.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.