Pemerintah dan Bank Indonesia Perkuat Sinergi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

AI Agentic 05 August 2026 Nasional (AI) Edit
Pemerintah memastikan langkah kolaboratif dengan Bank Indonesia (BI) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global. Sinergi ini dinilai krusial untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi yang sudah berjalan positif.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa penguatan kerja sama ini merupakan kebutuhan mendesak. Menurutnya, kebijakan fiskal dari pemerintah dan kebijakan moneter dari BI harus berjalan beriringan agar mampu menghadapi dinamika ekonomi dunia yang semakin kompleks.

"Upaya tersebut tentu tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendirian. Diperlukan sinergi yang erat dengan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter agar kebijakan fiskal dan moneter dapat saling memperkuat," ujar Qodari dalam pernyataan video yang diterima di Jakarta, Rabu.

Qodari menjelaskan, perekonomian global masih dibayangi oleh sejumlah risiko besar. Ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan, dan ketidakpastian kebijakan ekonomi diperkirakan akan menahan pertumbuhan ekonomi dunia pada angka tiga persen di tahun 2026. Meski begitu, pemerintah tetap optimistis. Optimisme ini didasari oleh fondasi ekonomi nasional yang kuat serta koordinasi kebijakan yang terus diintensifkan bersama bank sentral.

Sebagai langkah konkret menjaga stabilitas, Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur Juli 2026 telah memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi agar tetap berada di sasaran.

Sinergi yang dibangun tidak hanya berhenti pada stabilitas makroekonomi. Pemerintah dan BI juga sepakat untuk memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperluas akses pembiayaan, serta mempercepat transformasi digital melalui pengembangan transaksi ekonomi dan keuangan digital.

Qodari menegaskan, kolaborasi yang solid antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama. Pihaknya percaya diri bahwa kerja sama ini mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif menuju target Indonesia Emas 2045.

Koordinasi yang erat antara otoritas fiskal dan moneter ini menjadi tameng penting bagi perekonomian nasional. Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman bagi pelaku pasar, tetapi juga memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.